Reuni Cowas JP IX di Jogja (23)

Misteri Tiga Hadiah Umrah

COWASJP.COM – Tuhan Mahaadil. Dua doorprize paket umrah saat reuni CowasJP IX, 11-12 Agustus 2018, jatuh kepada orang-orang yang tepat: Ny Kholili Indro dan Pak Herman Rivai.

Pembagian dua tiket umrah itu sama sekali bukan judi. Meski dilakukan dengan mekanisme undian. Sebab, ada satu syarat yang membuat undian itu tidak bisa disebut judi: tidak pakai tombokan. Jadi benar-benar hadiah.

Karena hadiahnya ibadah umrah, ada campur tangan Tuhan di dalamnya. Lewat malaikat-malaikat-Nya. Yang membagikan rizki dan kebaikan hidup untuk hamba-hamba-Nya yang terpilih. Yang terkasih. Yang diundang ke Baitullah. Rumah Allah.

Saya belum pernah bertemu Ny Kholili Indro selama 20 tahun bekerja di Jawa Pos. Juga setelah pensiun 8 tahun lalu sampai saat reuni itu. Mengenal Ny Kholili hanya lewat posting grup WA Cowas. Tapi saya kagum kepadanya. Kagum pada ketabahannya. Selama mendampingi Kholili, wartawan olahraga yang murah senyum itu, hingga akhir hayatnya. 

joko.jpg

Saat undian itu dibacakan, saya sedang duduk bersebelahan dengan Pak Sulaiman Ros. "Kok bisa pas ya. Diterima Bu Kholili," kata Pak Ros.

Di antara 130 peserta Reuni, hanya Ny Kholili yang menurut saya istimewa. Sebab dia satu-satunya peserta yang meneruskan status almarhum suaminya di perkumpulan Cowas. Beliau masuk Grup Warakawuri (Janda) CowasJP.

Saya membayangkan, tidak mudah bagi Ny Kholili untuk memerankan diri di Cowas. Sebab tidak semua anggota dia kenal baik. Seperti saya, misalnya. Tapi dia bisa. Dan semua anggota Cowas menerima. Ini luar biasa.

Sebelum pengumuman pemenang doorprize umrah itu dibacakan, terus terang saya punya angan-angan. Kalau saya yang menang, hadiahnya akan saya serahkan kepada salah satu anggota Cowas. Lewat mekanisme pemilihan. Melalui sebuah tim kecil. Untuk menemukan siapa yang paling cocok.

Ternyata nama saya dipanggil duluan. Saya mendapat hadiah uang digital. Dalam kartu Bank Mandiri. Lumayan, Rp 100 ribu. Pupus sudah angan-angan mau menyerahkan kembali hadiah umrah itu.

Tapi setelah mendengar Ny Kholili yang mendapatkan hadiah umrah, saya merasa sangat bahagia. Angan-angan saya yang hilang seperti terbayar. Mungkin, kalau mekanisme pemilihan itu saya jalankan lewat panitia kecil, penerima doorprize dari NRA (Nur Rima Al-Waali) Travel itu jangan-jangan Ny Kholili juga. 

joko2.jpg

Lain Ny Kholili, lain pula kisah Pak Herman Rivai. Peserta dengan usia paling tua dalam reuni itu ternyata menyerahkan hadiah umrah yang diterimanya dari Pak Aqua Dwipayana itu kepada Ny Herman alias istrinya sendiri. Inilah kado istimewa seorang suami untuk sang istri. Pada usia senja. Sangat menyentuh hati.  

Pak Herman yang sedang menjadi calon anggota legislatif itu sampai tak sanggup berpidato. Ia begitu bahagia dan terharu.

Lama saya merenung. Memikirkan misteri di balik penerimaan hadiah umrah itu.  Kesimpulan saya: Tuhan Mahaadil. Tidak pernah salah alamat saat mengirimkan rezeki kepada hamba-hambanya.

Dalam perjalanan pulang dari Jogja ke Jakarta, di dalam kabin burung besi (pesawat), misteri dua penerima hadiah umrah itu masih terus menggoda. Mengapa kok bisa jatuh ke dua orang itu? Dengan keistimewaannya masing-masing?

Tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta, saya hidupkan handphone. Ratusan pesan dari aplikasi whatsapp masuk susul-menyusul. Separuh lebih dari anggota grup Cowas.

Saya buka satu per satu. Ada satu yang paling mengejutkan: sopir yang mengantar dan menjemput rombongan Cowas pun mendapat hadiah umrah. 

Sopir itu, humoris. Karyawan bank BRI yang menjadi sponsor reuni. Sepanjang perjalanan saat menjemput saya dari Cavinton Hotel hingga rumah Pak Aqua Dwipayana, selalu tertawa riang setiap saya menceritakan sebuah joke.

Salatnya juga rajin. Beberapa kali dia pamit di tengah obrolan menuju masjid. Walau adzan belum berkumandang. Dan segera bergabung lagi selesai salat. Siap menerima tugas berikutnya. Dari semua peserta reuni.

Lagi-lagi saya termenung. Saya semakin yakin: Tuhan Mahaadil. Semua sudah disiapkan rezekinya masing-masing. Dan tak akan pernah salah alamat. Dijamin.(*)

Pewarta : Joko Intarto
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda