Reuni Cowas JP IX di Jogja (17)

Mengusir Kalajengking di Yogya

KOMPAK: CoWasJP berfoto bersama di Pendopo kediaman Mbah Roso di Lereng Gunung Merapi.

COWASJP.COM – Bagaimana ya melukiskan dengan kata-kata? Rasanya kata-kata tidak cukup mewakili ungkapan kebahagiaan kami, keluarga besar Konco Lawas Jawa Pos (CowasJP) ketika merayakan Ultah (ulang tahun) ketiga sekaligus Reuni IX di Yogyakarta pada 11-12 Agustus 2018 lalu.

Begitulah kalau silaturahim didasari dengan hati dan ketulusan. Tuan rumah Mas Aqua Dwipayana, Cowaser yang kini menjadi motivator nasional, memang tak putus-putus terus menggelorakan hal itu. 

Kini banyak  anggota keluarga besar CowasJP yang ketularan virus positif itu. Syakwasangka dan persepsi negatif kepada 'liyan' (orang lain) dienyahkan dari dalam hati. Selalu ber-husnuzon, berbaik sangka.

Relung hati tidak memberi tempat bagi nilai-nilai yang merusak hubungan sosial dan kemanusiaan. Hati kami ingin melanggengkan pertemanan dan persaudaraan di sisa usia kami. Terpancarlah cahaya menerangi wajah-wajah insan Cowas JP yang hadir pada momen tersebut. 

Hati memang kunci pergerakan tubuh. Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati.” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Satu lagi, kebahagiaan yang mendalam dari para tamu Mas Aqua dalam reuni Cowas JP di Yogya dirasakan karena tuan rumah menjalankan ajaran agama yang mulia, yakni memuliakan tamu. Tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras (SARA). Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.” (HR Bukhari).

Dahsyatnya, Mas Aqua dalam memuliakan tamu-tamunya menerapkan ajaran Nabi Ibrahim alaihissalam, yakni memberikan jamuan yang terbaik.

hakim.jpgPenulis Mohammad Hakim (paling kanan), berfoto bersama para senior CoWasJP lainnya.

“Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tamu Ibrâhîm (malaikat-malaikat) yang dimuliakan? (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: “Salaman,” Ibrâhîm menjawab: “Salamun” (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal. Maka, dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk (yang dibakar), lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrâhîm berkata: “Silahkan kamu makan”. [QS adz-Dzâriyât/51:24-27].

Menginap di Desa Wisata Pentingsari dengan segala keunikan dan kekhasannya, wisata Lava Merapi naik Jeep, makan siang di restoran Jejamuran yang lezat, segala macam doorprize ringan hingga dua paket umroh, itu semua adalah jamuan terbaik. Jumlah kami, cowaserJP dan keluarganya, sekitar 150 orang. Tentu, menghabiskan dana dan energi yang tidak sedikit untuk semua itu.

Dahsyatnya lagi, Mas Aqua mengerahkan panitia -- Cowaser Mas Erwan Widyarto, Mas Adib Lazwar Irhamni, Mas Iwa Ikhwanudin, Ero atau Savero putra Mas Aqua -- dan sponsor reuni --perusahaan swasta, sejumlah instansi TNI/Polri, hingga BUMN perbankan maupun bidang energi -- yang di dalam dada mereka, telah tumbuh motivasi tulus dan ikhlas berbagi dengan sesama. Lengkap sudah.

The power of silaturrahim memang telah menyebar begitu hebat ke komunitas Mas Aqua. Energi Ilahiyah pun memancar dalam event reuni CowasJp di Yogya. Ular-ular, kalajengking, terbirit-birit. Tak kuasa menahan cahaya.

Dalam ajaran Islam terkenal riwayat pada zaman Rasulullah, ada seorang lelaki yang senang rumahnya kedatangan tamu, tetapi istrinya tidak demikian. Setiap ada tamu ke rumah, istrinya menunjukkan sikap tidak baik. Lelaki tersebut menceritakan hal ini kepada Rasulullah. Setelah mendengarnya, beliau bersabda “Katakan kepada istrimu, hari ini aku (Rasulullah) dan beberapa sahabat akan bertamu ke rumahmu, katakan kepada istrimu supaya memperhatikan tamu pada saat ke luar rumah”.

Lelaki tersebut menyampaikan kepada istrinya dan istrinya menjalankan apa yang diperintahkan Rasulullah. Pada saat tamu masuk, ia melihat mereka membawa daging dan buah-buahan, pada saat ke luar mereka membawa ular dan kalajengking. Rasulullah bersabda “Kedatangan tamu ke rumah mendatangkan karunia yang banyak dan pada saat pergi mereka membawa ke luar berbagai bencana”. 

Sejak itu, wanita tersebut menjadi orang yang suka menerima tamu.

Apalagi, istri Mas Aqua (Mbak Retno) dan putra-putri mereka (Savero dan Alira), tidak seperti istri sahabat Nabi yang kurang suka rumahnya ditamui. Sebaliknya, setali tiga uang dengan Mas Aqua, mereka malah turut berperan memberikan layanan terbaik kepada para tamunya.

Testimoni anggota komunitas the Power of Silturrahim --termasuk cowaser JP Cak Fuad Ariyanto atau Cak Fu-- yang menginap di rumah Mas Aqua, mengungkap betapa semua anggota keluarga itu, termasuk Mak Ti, asisten rumah tangga, tulus melayani para tamunya. Tak memandang SARA dan dari 'kasta' apa pun tamu itu. 

Rumah itu sering dikunjungi tamu, mulai beberapa orang hingga 50 orang. Tuan rumah hanya ingin memberikan jamuan terbaik. Mereka hanya ingin berbagi dan berbagi.

Semoga Allah SWT senantiasa merahmati Mas Aqua sekeluarga, keluarga besar CowasJP, dan komunitas jari tangan the Power of Silaturahim. Aamiin yaa Robbal alamin. (*)

Pewarta : Mohammad Hakim
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda