Susu Dewi Nganggring Pukau Para Manajer Holcim

Susu Dewi Nganggring yang membuat para manajer Holcim Indonesia kesengsem. (Foto: Istimewa)

COWASJP.COM – Atraksi wisata yang disuguhkan Desa Wisata (Dewi) Nganggring membuat para manajer Corporate  Sosial Responsibility (CSR) Holcim Indonesia kesengsem. Mereka kerasan berada di desa wisata dengan unggulan susu kambing dan olahan salak pondoh ini. 

"Wah pada nggak mau pulang ini. Suasananya tenang dan sejuk. Apalagi dapat suguhan susu kambing Ettawa yang enak banget," ujar Corporate CSR Manager PT Holcim Indonesia Tbk Ummu Azizah Mukarnawati saat berkunjung ke Desa Wisata Nganggring, Jumat (13/7).

Ummu Azizah yang akrab disapa Anna,  membawa 13 orang manager CSR dan Community Development dari site Holcim yang ada di Indonesia. Mulai dari Lokngha (Aceh), Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah) dan Tuban (Jawa Timur). Mereka bertukar pikiran dengan pengelola Desa Wisata Nganggring. 

Begitu tiba di lokasi, mereka disambut Rudi Pramoko dan H. Tamto. Rudi dari Karang Taruna Mandiri sedangkan Tamto adalah Ketua Kelompok Tani Ternak. Keduanya memaparkan sejarah perkembangan Desa Wisata Nganggring. Termasuk pengelolaan ternak kambing yang menjadi salah satu ikon Desa Wisata Nganggring. 

susu1.jpg

Saat paparan inilah, para manajer dari Holcim begitu tertarik dengan suguhan susu kambing di pagi yang sejuk. "Sama sekali tidak ada bau prengus atau bau amis. Beda dengan yang di Cilacap, binaan kami," ungkap Anna. 

Anna lantas menanyakan rahasia pengelolaan dan pemrosesan susu kambing Ettawa ini. Perempuan kelahiran Rembang ini mengaku sebenarnya tak suka minum susu. Apalagi yang berbau. Tapi, di Nganggring, Anna menghabiskan segelas susu kambing yang dilakukan. 

Haji Tamto yang mengelola ternak sejak 1988 pun membeberkan semuanya dengan gamblang. Di akhir paparan, para tamu dari Holcim inipun diajak melihat ke rumah produksinya. 

Para manajer itu begitu antusias melihat dan bertanya proses produksi susu kambing hingga pengemasannya. Bahkan, Anna ikut mengaduk susu yang sedang dipanaskan di atas wajan. 

Usai melihat dan memotret proses produksinya, mereka pun memborong beragam produk susu yang sudah dikemas. Berbagai pilihan rasa, yakni original, vanila, coklat dan jahe serta yang premium dengan collustrum mereka beli. 

susu2.jpg

Saat sharing, para manajer dari Holcim menanyakan banyak hal yang berkaitan dengan desa wisata. Dari mana mengawalinya, apa kendalanya, bagaimana  menggerakkan warganya, dan lembaga mana saja yang berperan membantu pengembangan Desa Wisata Nganggring. 

Pertanyaan ini dijawab Rudi dengan jelas. Diceritakan bahwa pihak pemuda (Karang Taruna) lah yang mempunyai inisiatif mengembangkan pariwisata di  Nganggring. "Anak-anak muda itu kan jiwanya suka dolan, main, piknik. Nah, daripada mainnya keluar, kita bikin saja tempat main sendiri sehingga anak-anak muda tidak usah keluar desa," ungkap Rudi. 

Karena potensinya alam dan pertanian serta peternakan, awalnya Nganggring merupakan agrowisata. Namun, konsepnya kemudian diubah menjadi tempat edukasi. Edukasi mengenai ternak kambing, bertani salak pondoh, dan sebagainya. 

Diakui, pernah terjadi hubungan yang kurang harmonis antara pemuda dengan kalangan tua. Yang muda biasa set set wet, tidak sabar dengan sikap orangtua yang sering penuh pertimbangan. Sehingga anak-anak muda Nganggring berjalan sendiri tanpa koordinasi atau berkomunikasi dengan pihak yang lebih tua. 

Namun dengan komunikasi yang baik dan intens, hal seperti itu bisa diatasi. Kuncinya semua mau menerima dan legawa. Kini, Nganggring menjadi desa wisata terbaik kategori berkembang di wilayah Sleman. 

susu3.jpg

Berbagai inovasi terhadap potensi lokal terus dikembangkan. Kuliner, misalnya, para tamu yang hadir disuguhi dengan olahan khas berbahan lokal. Ada talam salak pondoh, kripik lompong crispy, moci wijen, maupun kripik pegagan. Ada pula oseng salak, nasi goreng salak dan sebagainya. 

Kemudian, pengembangan potensi alamnya ada susur sungai, treking maupun outbond. Kebanyakan tamu terutama pelajar menyukai fun games saat field trip ke Nganggring. Berbagai games seru yang memadukan potensi kekayaan alam dan team building bisa dinikmati di Nganggring. 

"Banyak paket yang kami sediakan. Paket studi banding, paket outbond, paket budaya, paket homestay, paket blusukan dan sebagainya," tandas Rudi. 

Desa wisata Nganggring ini berjarak 22 km dari Kota Jogja. Bisa ditempuh dengan bus besar. Tidak perlu takut kesasar, lihat panduan di Google Map akan diarahkan sampai ke tujuan. 

Mau minum susu dengan kualitas terbaik setelah ASI (Air Susu Ibu), ya cari susu kambing di Nganggring saja. (*)

Pewarta :
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda