Embung Tengah Kota Jogja Jadi Destinasi Wisata Batik Warna Alam

Foto-Foto: Istimewa

COWASJP.COMKOLABORASI unsur Pentahelix berjalan dalam pengembangan pariwisata Kota Jogja. Kali ini antara pemerintah Kota Jogja diwakili Bapeda Kota Jogja, akademisi dari Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) dan komunitas batik dari Perkumpulan Batik Tulis Langensari (PBTLS) Jogja.

Kolaborasi ini saling memperkuat dan mendukung Embung Langensari menjadi obyek wisata. Yakni dengan edukasi batik pewarna alam dan artshopnya.

"Skemanya, partnership kampus, komunitas dan pemerintah dlm perspektif pemberdayaan ekonomi rakyat," tegas Kepala Penelitian dan Pengembangan Bapeda Kota Jogja Affrio Sunarno di sela pelatihan batik pewarna alam Embung Langensari, Kamis (5/7).

Wujud dukungan bagi kawasan ini berupa peningkatan Keterampilan dan Kewirausahaan melalui Pelatihan Batik Tulis Pewarnaan Alami bagi Masyarakat di Kawasan Embung Langensari. Pelatihan ini berlangsung 4-6 Juli 2018. 

BATIK1.jpg

Tutun Seliari dari Tim UKDW menjelaskan dipilihnya pelatihan batik ini. Dikatakan, batik merupakan warisan budaya tak benda (intangible heritage) asli Indonesia dan telah mendapat pengakuan dunia melalui badan UNESCO.

Pengakuan serta gerakan mempopulerkan batik tidak terlepas dari perjuangan masyarakat Indonesia untuk membuktikan bahwa batik adalah salah satu identitas bangsa Indonesia. "Dengan meningkatnya industri batik, khususnya batik tulis di kota Yogyakarta  maka pada tanggal 18 Oktober 2014, Yogyakarta mendapat pengakuan sebagai ‘kota batik dunia’ oleh World Craft Council (WCC) yang ditinjau dari nilai historis, orisinalitas, upaya revitalisasi dan regenerasi, nilai ekonomi, ramah lingkungan dan memiliki reputasi internasional," tegas Tutun.

BATIK2.jpg

Salah satu upaya melestarikan batik tulis yang ramah lingkungan adalah dengan mengadakan pelatihan batik tulis dengan pewarna alam, seperti yang telah dilakukan oleh Perkumpulan Batik Tulis Langensari (PBTLS) ini. 

Dijelaskannya pula, materi pelatihan diawali dari membuat pola batik, melukis dengan canting (nyanting), mencelup warna, menjemur hingga menjadi kain batik tulis yang siap dipasarkan.

Pelatihan batik tulis pewarna alam ini dimaksudkan pula sebagai upaya mempertahankan salah satu ciri khas batik Indonesia yang mengandung nilai tradisi, budaya dan ramah lingkungan. Sebagaimana diakui oleh UNESCO dan WCC adalah batik dengan metode tulis dengan pewarna alam.

"Penekanan kota Yogyakarta yang dipilih menjadi kota batik dunia juga karena masih mempertahankan tradisi ’nyanting’, yakni membatik dengan menggunakan canting," tegasnya.

Diharapkan kolaborasi UKDW dengan Bappeda Kota Jogja ini semakin meneguhkan batik sebagai Warisan Budaya Dunua dan Kota Jogja sebagai Kota Batik Dunia. Dan membuat Embung Langensari yang berada di Kota Jogja menjadi destinasi wisata yang memiliki ciri khas batik pewarna alam. (*)

Pewarta :
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda