Puluhan Pemuda Asing Peserta BSBI, Pentas Seni Budaya di TIM

COWASJP.COM – Program Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI memperkenalkan Indonesia terus berlangsung selama 16 tahun terakhir. Salah satunya lewat program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI).

Kemenlu mengundang ratusan pemuda asing dari berbagai negara untuk belajar kearifan budaya Indonesia. Untuk tahun 2018 ini, setelah berlatih dan belajar selama tiga bulan, puluhan pemuda tersebut akan tampil dalam Indonesia Channel yang digelar pada tanggal 4 Juli 2018 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

Tahun ini, sebanyak 72 pemuda asing berusia 20-an tahun dari 44 negara disebar keenam kota di Indonesia. Di antaranya Yogyakarta, Banyuwangi, Padang, Kutai Kartanegara, Makassar dan Bali. Di lima kota itu, para pemuda yang telah disaring di negaranya masing-masing itu kemudian dilatih selama tiga bulan lewat sebuah sanggar.

"Mereka belajar tari tradisional, musik tradisional seperti gamelan, belajar bahasa Indonesia, kemudian kearifan lokal misalnya di Bali belajar membuat sesaji, di Yogyakarta mereka membantik. Jadi semua disesuaikan dengan situasi lokal," jelas Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, Azis Nurwahyudi.

Alumnus Hubungan International UGM ini menambahkan, BSBI menciptakan jembatan dunia melalui seni dan budaya. "Jadi kita bentuk teman-teman dari berbagai negara menjadi sahabat Indonesia, yang kemudian mempromosikan Indonesia melalui seni, budaya dan kegiatan sosial lainnya," tegasnya. 

pentasseni.jpgHal ini terbukti dengan mulai dikenalnya berbagai seni dan kebudayaan di berbagai negara.

 

Azis mencontohkan, peserta BSBI di Suriname. Saat ini banyak anak keturunan Indonesia yang memperoleh tambahan pengetahuan seni dan tari dari BSBI. Apalagi seni tari yang diajarkan bukan saja dari Jawa, tetapi juga dari Sumatera, Kalimantan dan Bali.

"Di Hongaria, seorang alumni BSBI ada yang sudah menerjemahkan karya sastra Indonesia dalam bahasa Hongaria. Sementara di Athena, ada sebuah sanggar tari yang pengajarnya adalah orang asli Athena," tegas Azis, Minggu (24/6).

Azis yang pernah bertugas di Belanda juga menguraikan, alumni BSBI di Negeri Kincir Angin ini mendirikan organisasi Indonesia-Netherland Youth Society yang tugasnya membantu lobi kita dengan anak-anak muda di Belanda. 

"Belum lagi teman-teman di Kamboja, mereka mendirikan organisasi alumni BSBI Indonesia dan mereka bilang siap membantu," tandas Azis.

Ya. Banyak cara memperkenalkan kekayaan dan keragaman budaya Indonesia kepada dunia. Salah satunya adalah dengan mengundang secara langsung generasi muda dari berbagai negara untuk belajar dan mengenal Indonesia lebih dekat. Dan itulah yang dipilih Kemenlu RI. (*)

Pewarta :
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda