Gerai Sejuta Umat

GRAFIS: Tokopedia.

COWASJP.COMBeberapa raksasa itu sekarang berkolaborasi. Platform dan ekosistem bisnisnya berubah total. Saya harus membangun mimpi lama dengan cara baru. Mau tidak mau.

***

Gojek benar-benar berubah. Dari operator ojek online menjadi operator super apps solusi. Hampir semua jenis kebutuhan dalam bisnis maupun rumah tangga ada di GoJek. 

Mau cari duit modal sepeda motor, ada GoRide yang dulu dikenal dengan GoJek, atau GoSend. Kalau punya mobil, bisa gabung di GoCar atau GoCorp. Kalau mobilnya khusus angkutan barang, bisa join di GoBox.

Yang punya restoran, bisa gabung di GoFood. Mau bisnis penjualan segala macam tiket, ada GoTix. Mau mengembangkan jasa cleaning service ada GoClean.

Mau buka toko di supermarket, ada Tokopedia, yang bergabung dengan GoJek dalam holding GoTo. Mau buka toko rumah sendiri juga boleh. Ada GoStore, kolaborasi GoJek dengan Moka. 

Semua jenis usaha itu butuh tenaga administrasi yang paham akuntansi. Sekarang tenaga itu digantikan software POS: Moka.

Untuk urusan bayar-bayar semua transaksi, dari bayar gorengan di warung kaki lima sampai bayar langganan aplikasi, ada GoPay. Untuk jasa perbankan, ada Bank Jago.

Ternyata masih ada lagi. GoJek sekarang punya aplikasi baru: GoGive. Aplikasi ini hanya bisa digunakan LSM dan lembaga amil zakat berizin resmi untuk membuka layanan donasi dan zakat. GoGive adalah produk kolaborasi GoJek dengan KitaBisa.

Terus terang saya terinspirasi setelah membaca portofolio bisnis GoJek yang sangat mengagumkan itu. Jagaters Studio, perusahaan saya, harus bertransformasi dari menjalankan usaha ‘’secara konvensional’’ menjadi ‘’secara digital’’. 

"Divisi pemasaran’’ dan ‘’divisi produksi’’ sepertinya harus dipaksa ‘’pisah ranjang’’. Divisi pemasaran inilah yang harus bertransformasi ke platform online.

Jangan-jangan, lembaga amil zakat pun akan begitu. Sekarang saja sudah terjadi: Tugas fund raising zakat dari outlet pelayanan di masjid dan kantor mulai ‘’diambilalih’’ KitaBisa, TokoPedia, Bukalapak, GoGive, Alfamart, Alfamidi, Indomaret. Hasilnya terbukti bagus. 

Bukan tidak mungkin kelak muncul ‘’gerai zakat’’ yang akan melayani pembayaran zakat, infak dan sedekah semua lembaga amil zakat. Satu outlet pemasaran melayani semua. 

Dengan dukungan aplikasi dan kerjasama dengan lembaga amil zakat saat ini, hanya satu langkah lagi bagi KitaBisa, TokoPedia, Bukalapak, GoGive, BliBli, Lazada, Alfamart, Alfamidi dan Indomaret untuk membuka gerai zakat itu di semua outlet fisik mitra-mitranya.

gosen1.jpgGRAFIS: GoJek.

Alfamart dan Indomaret bisa membangun lebih dari 30 ribu outlet. Blibli, Tokopedia, Bukalapak dan Lazada bisa membangun 1.000.000 outlet.

Tugas divisi fund raising di lembaga amil zakat masa depan bisa berubah menjadi penyedia sistem donasi yang andal, menjadi regulator ekosistem donasi, dan memastikan kualitas pelayanannya lebih baik dari yang lembaga lain. Strategi fund raising akan bergeser ke penciptaan produk-produk donasi hasil kolaborasi banyak penyedia sistem digital.

Persaingan akan segera berubah: Dari offline vs offline menjadi offline vs online. Dari online vs online menjadi hybrid vs hybrid. Generasi baru yang paham ‘’model bisnis digital’’ dan menguasai teknologi informasi yang akan menentukan nasib selanjutnya.

Apa peluang yang bisa saya manfaatkan dari GoJek dengan ekosistem bisnisnya yang sangat besar itu? Ini beberapa peluang usaha yang terbuka.

1. Buka toko online melalui Blibli, Bukalapak, Tokopedia, Lazada, Shopee dan GoStore. Toko menjual produk UKM. Mulai beras zakat fitrah sampai hewan qurban.
2. Buka warung makan online melalui GoFood, GrabFood, ShopeeFood dan TravelokaEats. Warung makan menjual menu buatan UKM. Melayani catering, fidyah sampai aqiqah.
3. Buka agen pos pembayaran, mulai bayar token listrik, asuransi, pulsa, internet sampai pembayaran zakat.

Tunggulah. Setelah pensiun. 

Ups! Digitalisasi memangnya mau menunggu? Kalau siap akan diajak lari. Kalau tak kunjung siap akan ditinggal tanpa permisi. (*)

Pewarta : -
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda