H+6 Lebaran ke Menoreh Tourism Festival 2018 Saja

COWASJP.COM – Ini tawaran menarik bagi para pemudik. Terutama yang mudik di wilayah DIY dan Jawa Tengah bagian selatan. Di H+6 Lebaran, atau 21 Juni 2018 ada event Menoreh Tourism Festival (MTF) 2018.

Kegiatan ini digelar di Kawasan Wisata Goa Kiskendo, Jatimulyo, Girimulyo, Kulonprogo. Penyelenggaranya Desa Wisata Jatimulyo bekerja sama dengan Forum Komunikasi Desa Wisata Kabupaten Kulonprogo. 

Sejumlah atraksi ditampilkan oleh Desa Wisata pendukung acara. Mulai dari pameran potensi dan produk wisata Kulonprogo dan pentas seni budaya.

"Berbagai produk wisata dan pendukung wisata se-Kabupaten Kulonprogo khususnya dari desa wisata dan wisata berbasis komunitas yang lain kami sajikan kepada pengunjung," ujar Ketua Panitia MTF 2018 Suisno.

Pengelola Desa Wisata Jatimulyo ini menambahkan, kegiatan seharian ini menampilkan berbagai seni tradisi dan kreasi dari desa wisata, sanggar maupun kelompok kesenian yang ada di Kulonprogo. 

tarian.jpg

Misalnya ada pertunjukan Wayang Ringkes  dengan Dalang Reza Mahendra. Lalu Fragmen Sendratari Sugriwa Subali dari Desa Wisata Jatimulyo. Fragmen ini menggambarkan legenda rakyat seputar Goa Kiskenda, lokasi digelarnya kegiatan ini.

Kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan Tari Incling Budi Sarwo Bekso dan penampilan Gejog Lesung. Acara ini berlangsung hingga tengah hari.

Sehabis istirahat siang, Festival Pariwisata Menoreh  dilanjutkan dengan penampilan Tari Angguk Sekar Kencono dari Desa Wisata Purwosari (Dewi Puri). Sekira pukul 16.00 rangkaian festival ini diakhiri.

Festival ini digelar untuk meningkatkan brand image pariwisata Kulonprogo. Selain itu juga untuk mempromosikan pariwisata Kulonprogo. Khususnya desa wisata dan tempat wisata berbasis komunitas.

"Diakui atau tidak, faktor terbesar meningkatnya pariwisata Kulonprogo diawali dari desa wisata. Yaitu dengan munculnya Desa Wisata Kalibiru di kancah pariwisata nasional," tambah Suisno.

Keberhasilan Kalibiru kemudian membuat wilayah lain pelan-pelan mulai bergeliat. Seperti Nglinggo yang terbangun dari tidur, serta munculnya obyek-obyek wisata berbasis komunitas di Jatimulyo, Purwosari dan sebagainya. 

tarian1.ok.jpg

Festival Pariwisata Menoreh ini diyakini akan mengikuti sukses festival yang biasa digelar oleh komunitas, Desa Wisata maupun Pokdarwis di Kulonprogo. Misalnya Festival Durian Banjaroya dan Festival Kopi Suroloyo. 

Keduanya adalah bukti nyata bahwa komunitas masyarakat bisa dan mampu untuk berperan aktif dalam mewujudkan pembangunan pariwisata di Kulonprogo. Terutama dalam meningkatkan jumlah kunjungan dan lama tinggal wisata di Kulonprogo.

Festival ini diharapkan juga memberikan hiburan kepada wisatawan yang berkunjung di kawasan Jatimulyo dan masyarakat umum. "Dan tentu juga sebagai media untuk bersilaturahmi antar pelaku wisata Kulonprogo," sambung Kiswantoro dari Desa Wisata Purwosari.

Keterlibatan sejumlah desa wisata dengan beragam atraksi menjanjikan tontonan yang menarik. Karenanya jauh-jauh hari agendakan Menoreh Tourism Festival ini saat mudik lebaran ini. Banyak destinasi wisata keren di seputaran Jatimulyo ini. 

Selain Goa Kiskenda, ada Kedung Pedhut. Ada pula Taman Sungai Mudal. Desa Wisata Jatimulyo memiliki juga Air Terjun Grojogan Sewu, Grojogan Setaling, Kembang Soka, Gunung Kelir, Puncak Gunung Gilang, Puncak Watu Ogal-Ogel, dan 5 Wihara. (*)

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda