Melihat Pameran "Sirkuit: Ahli Waris Etape Satu" (4)

Sirkuit Berikutnya Aksi Para Cantrik

Karya Donie Maulistya berjudul "Mother in Mother". (Foto-foto Erwan Widyarto)

COWASJP.COMPADEPOKAN Seni Bagong Kussudiarjo (PSBK) menjadi bukti generasi penerus mampu mewarisi aset orang tuanya. Baik yang berujud benda maupun non-benda. Dan pewaris "kerajaan seni" --istilah kerajaan ini seperti klop karena mereka juga keturunan Hamengku Buwono VII-- sudah sampai tataran cucu. 

Pendeknya, "Sirkuit Kembaran" etape satu ini merambah ke cucu. Dalam pameran diwakili oleh Doni Maulistya. Anak dari putri sulung Bagong, Ida Manutranggono (almarhumah). 

BACA JUGA: Bukti Keberhasilan Bagong Mewariskan Aset

Kendati gelombang energi artistik menerpanya sejak dalam janin, Aul, sapaan akrab Doni Maulistya, serius dalam seni fotografi sebagai sirkuit yang ia lalui. Bukti keseriusannya dibuktikan dengan berbagai karya dan penghargaan. Serta keseriusannya dalam menimba ilmu fotografi.

Selain pendidikan formal di Fakultas Media Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja dan Program Desain Produk di Universitas Duta Wacana, Aul juga sempat merasakan Angkor Photography Workshop Kamboja dan Foundry Photo Workshop di Istanbul, Turki.

BACA JUGA: Bukti Keberhasilan Bagong Mewariskan Aset

Pernah pula melakukan residensi program South East Asia Artist Residency, Malaysia (2016), Asia Link Residency, Australia dan lain-lain. 

Aul mengeksplorasi foto tidak sekadar sebagai medium berbahasa tunggal. Ia melakukan eksplorasi dengan medium selain fotografi yakni video, object, instalasi kinetis, performance dan sebagainya. Dalam pameran kali ini, karyanya sangat personal, manusiawi.

Kekuatannya dalam menghasilkan foto dokumenter ia kerahkan dalam mengolah karya. Data-data arsip yang menyangkut almarhumah ibundanya dia olah menjadi karya. Dalam karya "Mother on Mother" yang terdiri tiga panel, misalnya. Potret Ida Manutranggono kecil diolah dengan teknik multilayer dipadu dengan gambaran sosok Bunda Maria. 

Di dalam karya-karya tersebut ada catatan berupa tulisan Bagong. Tulisan sebagai penanda waktu berkenaan dengan Ida Manutranggono. Misalnya ada tulisan yang menyebut kelahiran Ida bersamaan dengan Rapat Raksasa di Alun-Alun Jogja. 

pameran1ok.jpg

Karya Aul juga menunjukkan kebebasan eksplorasi yang dilakukannya. Foto-foto atau lebih tepatnya citraan visual yang dihasilkannya dicetak dengan beragam teknik dan medium cetak. Di atas kain maupun kertas cat air. 

Maka, melihat gelaran pameran seni rupa yang juga disebut sebagai Perayaan 90/60/40th Bagong Kussudiardja ini, seakan merayakan kesinambungan pembangunan sirkuit sejak 60 tahun lalu.

BACA JUGA: Sirkuit Berikutnya Aksi Para Cantrik

Ya, pameran ini tak hanya menandai ulang tahun ke-90 BK, tapi juga merayakan ulang tahun ke-60 Pusat Latihan Tari Bagong Kussudiardja (PLTBK), dan ulang tahun ke-40 PSBK. 

Tema "Sirkuit, Ahli Waris Etape Satu" mengandaikan nantinya akan bersambung pada kesempatan berikutnya. Etape satu diwakili ketiga anak dan seorang cucunya. Sebagai ahli waris Bagong dalam arti yang sesungguhnya. 

Harta Bagong, yang berwujud maupun tidak, terwariskan pada mereka ini dan mereka tidak berhenti sebagai pengelola warisan saja. Tetapi juga mengembangkan lebih jauh sebagai dasar atau inspirasi kreativitas.

pameran2.okjpg.jpg

Dan Bagong telah membangun sirkuit yang dekat dengan masyarakat. Dalam perjalanannya, Bagong telah mendidik para seniman yang kini sudah tersebar di Nusantara.

Maka Sirkuit Ahli Waris ini tidak berhenti pada Etape Satu dengan "pembalap" dari keluarga selaku pewaris biologis maupun ideologis. Ke depan pewaris ideologis lainnya, yaitu para cantrik, murid Padepokan Tari, yang akan berpacu di lintasan sirkuitnya.

"Ya, tahun ini  kita akan gelar juga bentuk pertunjukan lain yang disajikan oleh ahli waris lainnya yaitu para cantrik. Sekitar November nanti. Termasuk pameran arsip serta hal lain untuk terus mendekatkan seni pada masyarakat sebagaimana spirit almarhum Pak Bagong," tegas Jeannie Park.

Sebelum pamit, Jeannie Park mengajak keliling Padepokan. Saya dibawa ke sudut belakang. Tempat yang sebentar lagi akan menjadi studio workshop modern. Dana renovasi dari Bekraf turun pada tahun ini. 

pameran3.ok.jpg

Jika renovasi jadi, kompleks seluas 1 hektare ini tidak hanya akan menjadi art center. Ia bisa menjadi tempat menyemai berbagai macam seni untuk beragam generasi. Siapapun bisa berkunjung ke Padepokan dan mendapatkan inspirasi seni maupun hal lain.

Apalagi ke depan juga akan disiapkan kios cenderamata dan kafe yang kekinian. Padepokan bisa menjadi destinasi wisata yang aduhai...banyak spot selfie yang instagramable lho di sini .... (Habis)

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda