Tour de Merapi, Singgahi Desa Wisata, Pasar Digital maupun Tradisional

COWASJP.COM – Keberadaan Pasar Banyunibo sebagai destinasi digital di wilayah Kabupaten Sleman terus mendapat support Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Khususnya dari Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman.

Dalam gelaran rutin Tour de Merapi (TdM), Pasar Banyunibo menjadi salah satu titik yang disinggahi oleh peserta. "Hal ini sebagai satu upaya untuk mengenalkan Pasar Banyunibo kepada masyarakat secara langsung," jelas Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Sudarningsih, Senin (28/5).

Pasar Banyunibo yang terletak di Dusun Cepit, Desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman, DIY ini merupakan Pasar Digital yang diinisiasi oleh GenPI Jogja.

Pasar Destinasi Digital merupakan pasar tradisional yang kekinian. Mengangkat seni, budaya dan kuliner setempat untuk dapat dinikmati ala zaman now.

@pasarbanyunibo ini berada di kawasan Candi Banyunibo, sebelah selatan Candi Ratu Boko. Candi Banyunibo sendiri dibangun pada sekitar abad ke-9 pada zaman Kerajaan Mataram Kuno.

Selain menyinggahi Pasar Banyunibo, TdM 2018 yang digelar 22 Juli 2018 ini juga menyinggahi pasar tradisional dan Desa Wisata. Sesuai dengan tema yang diusung kali ini: jajah desa milang pasar’.

Tema ini diambil dari istilah Jawa ‘jajah desa milang kori’ yang maknanya sama dengan safari atau touring. Yaitu melakukan perjalanan panjang ke beberapa tempat secara simultan. 

"Kata ‘kori’ dalam istilah tersebut diubah menjadi ‘pasar’ karena melalui kegiatan touring bersepeda motor ini, bukan hanya desa wisata saja yang akan dijelajahi, tapi juga beberapa pasar yang ada di sekitar desa wisata tersebut," tambah Sudarningsih.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, TdM 2018 ini juga bekerja sama dengan Forkom Desa Wisata Kabupaten Sleman. Gelaran yang awalnya direncanakan diadakan setiap 2 (dua) tahunan ini, dijadikan event tahunan karena antusiasme peserta yang membludak. 

tour1.jpg

Gelaran Tour de Merapi ini diperuntukkan bagi motor dengan maksimal 250 cc, dan disarankan untuk berboncengan. Menurut Analis Kebijakan Pemasaran dan Informasi Pariwisata Dinas Pariwisata Sleman Kus Endarto target kepesertaan sebanyak 500 sepeda motor/1.000 peserta. 

Dengan biaya pendaftaran Rp 130.000,00 per sepeda motor, peserta akan mendapatkan fasilitas 1 jaket dan 1 t-shirt, 2 nasi box, asuransi, dan 2 kupon door prize.

"Peserta juga akan dimanjakan dengan pemandangan indah khas Sleman dan Jogja di rute yang telah disiapkan panitia, sepanjang kurang lebih 100 km," ujar Kus Endarto.

Adapun rute TdM 2018 dimulai dari Lapangan Pemda Sleman lalu melalui Lava Bantal menuju Pasar Digital Banyunibo di Candi Banyunibo. Kemudian menuju Desa Wisata Pentingsari, Desa Wisata Pancoh, Desa Wisata Nganggring, Pasar Srowolan, Kuliner Belut Godean, dan berakhir di Desa Wisata Gamplong. 

Desa Wisata Pentingsari merupakan desa wisata percontohan yang berhasil dalam mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat. Sedangkan Desa Wisata Nganggring, Desa Wisata Pancoh dan Desa Wisata Gamplong ketiganya pemenang pada Festival Desa Wisata Sleman 2017 lalu. Ketiganya juara untuk masing-masing kategori.

tour2.jpg

Bagaimana prosedur mengikuti TdM 2018? Pendaftaran event ini dibuka mulai tanggal 25 Juni sampai dengan 17 Juli 2018. Tempat pendaftaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Tourist Information Center (TIC) Malioboro dan TIC Kaliurang, serta Desa Wisata yang ditunjuk. 

"Calon peserta cukup menunjukkan fotocopy SIM dan STNK motor pada saat pendaftaran," tambah Kus Endarto.

​Melihat antusiasme calon peserta, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman yakin target peserta sejumlah 500 sepeda motor akan tercapai dalam waktu relatif singkat. Seperti tahun lalu, banyak door prize disediakan untuk peserta. Door prize utama dua (2) sepeda motor.

Jadi, catat tanggalnya, siapkan syarat pendaftaran dan pastikan Anda ambil bagian dalam kemeriahan bermotor sambil berwisata menikmati Sleman, the living culture ini. 

Dan perlu diketahui, tempat finis yakni Desa Wisata Gamplong terkenal dengan kerajinan tenun ATBM. Berbagai produk tas serat alam, serta berbagai kebutuhan rumah tangga bisa didapat di sini. Dan kini, di Gamplong ada studio alam tempat syuting film sineas Hanung Bramantyo. Banyak spot selfie di lokasi ini. (*)

Pewarta :
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda