Patung GWK Tertinggi Kedua di Dunia Selesai, Bali Semakin Memikat

COWASJP.COM – Pembangunan Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Badung, Bali, hampir selesai. Mahakarya yang menjadi ikon baru Bali itu ditarget selesai pada Agustus 2018.

Pada Minggu (20/5) lalu sudah dilakukan ritual pasupati, ngerestiti, pecaruan di pelataran patung, dan pemasangan mahkota patung Dewa Wisnu. Ritual yang dipimpin empat pedanda itu bertujuan meminta keselamatan dan kelancaran penyelesaian patung GWK.

Ritual juga diisi dengan tarian Rejang Dewa dari Sanggar Paripurna Gianyar yang dipimpin I Made Sidia. 

Selain ritual keagamaan juga dilakukan pemasangan mahkota Dewa Wisnu menggunakan crane. Pemasangan mahkota Dewa Wisnu merupakan modul ke-529. Secara total, modul yang dipasang berjumlah 754. 

Mahkota dengan berat mencapai 3,5 ton itu dilapisi mozaik emas. 

gwk1.jpg

“Seniman dari Bali, pekerja dari Bandung, Jawa, Batak dan semuanya ini bersatu. Semoga ini nanti yang menjadikan GWK betul-betul Indonesia,” kata penggagas GWK Nyoman Nuarta.

Patung setinggi 121 meter dari permukaan tanah itu merupakan nomor dua tertinggi dan terbesar di dunia. Hanya kalah dari Spring Temple Buddha di Henan, Tiongkok yang memiliki tinggi 153 meter.

Patung GWK bahkan lebih tinggi dari Patung Liberty di Amerika Serikat yang memiliki tinggi 93 meter. Patung Yesus di Rio de Janerio 38 meter dan Patung The Motherland Calls 91 meter di Rusia.

Kemegahan Patung GWK akan diperkuat oleh fasilitas pendukung yang berada di sekitarnya. Salah satunya adalah Lotus Pond. Itu adalah ruang alami yang dikelilingi pilar-pilar batu cadas. Area itu mampu menampung pengunjung hingga 7.500 orang. 

Lotus Pond sangat ideal dijadikan tempat pertunjukan berskala besar seperti musik kolosal atau upacara tradisional serta gala dinner. 

gwk2.jpg

Ada juga Amphitheatre yang merupakan ruang pertunjukan terbuka dengan 800 tempat duduk.

Wisatawan juga bisa menikmati pemandangan dari stone gate, tempat kawasan taman budaya. 

Sementara itu, dari Plaza Wisnu yang menjadi lokasi tertinggi di kawasan GWK, wisatawan bisa menikmati panorama belahan selatan Pulau Bali.
 
Nyoman mengatakan, Patung GWK itu akan menunjang industri pariwisata Bali. “Kalau kita tidak punya mimpi yang besar, apa yang bisa dibanggakan? Kami tetap bicara seni dan keindahan dan dampaknya nanti dunia pariwisata kita,” terang Nyoman.

Dia menambahkan, pembangunan Patung GWK terus dikebut agar bisa selesai pada Agustus 2018. Dengan demikian, patung itu akan menjadi kado untuk HUT ke-73 Indonesia. 
“Mumpung ada waktu dan sehat, harus kita kejar. Harapannya, Agustus selesai. Ini hadiah untuk HUT RI, untuk negara kita,” jelas pria kelahiran Tabanan itu.

Sementara itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika angkat topi dengan kegigihan Nyoman dan para pekerja yang terlibat dalam pembangunan mahakarya tersebut. “Mereka orang hebat yang memiliki gagasan ini, yang telah berani memulai dan melaksanakan,” kata Pastika.

Menurut Pastika, pembangunan Patung GWK tidak berjalan dengan mudah. Berbagai persoalan terus mengadang. Akan tetapi, sambung Pastika, kegigihan, kesabaran, dan komitmen Nyoman beserta para pihak terkait membuat keberadaan patung itu semakin mendekati kenyataan. “Hari ini kita menyaksikan Patung GWK hampir selesai,” tegas Pastika. (*)

Pewarta :
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda