Nenek Qibtiyah Pulang Diantar Dubes Agus Maftuh dengan Layanan VIP

Foto-Foto Istimewa

COWASJP.COM – Janji Dubes RI untuk Saudi Arabia Agus Maftuh Abegebriel mengantar pulang nenek Qibtiyah, terpenuhi. Perempuan asal Jember yang pernah hilang 28 tahun dan telah ditemukan Tim Perlindungan WNI KBRI Riyadh ini, tiba di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng, Senin sore pukul 15.40 WIB. Qibtiyah bersama Agus menumpang pesawat Emirates EK 356.

Saat berada di Riyadh, Dubes Agus Maftuh mengirim foto dirinya bersama Nenek Qibtiyah alias Jumanti duduk di VIP Room Bandara Riyadh. Nenek Qibtiyah mendapat pelayanan istimewa layaknya pejabat penting.

"Alhamdulillah tadi saya lewatkan jalur VIP ( maktab tanfidzi, atau executive office ) yang biasa untuk lewat pejabat tinggi Saudi, para menteri dan Dubes," ungkap Agus Maftuh lewat WA saat transit di Dubai.

Agus Maftuh juga menceritakan Nenek Qibtiyah juga sempat menjalani umroh selama 3 hari sebelum pulang. Ketika semua dokumen kepulangan lengkap, Agus Maftuh pun menunaikan janjinya mengantar pulang nenek Qibtiyah.

dubes1.jpg

Setelah melakukan komunikasi dengan berbagai pihak di Saudi, semua dokumen bisa keluar. Dan untuk kepulangan Nenek Qibtiyah pun sudah dikeluarkan exit permit. Untuk identitas perjalanan, dokumen dibuatkan SPLP (surat perjalanan laksana pasport).

Seperti diberitkan sebelumnya, sebelum dipulangkan ke Indonesia, Nenek Qibtiyah menerima gaji sebesar 76 ribu riyal (sekitar Rp 266 juta). 

Gaji diserahkan keponakan majikan Kapten Ibrahim Muhammad disaksikan Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel dan Dubes Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi di KBRI Riyadh, Minggu (29/4).

Lalu, Jumat sore (4/5) saat rombongan KBRI Riyadh mengunjungi Ruhama, Nenek Qibtiyah juga menerima hadiah. Hadiah berupa umroh. "Mau kan Nek, umroh dulu sebelum pulang?" tanya Duta Besar Republik Indonesia untuk Saudi Arabia Agus Maftuh Abegebriel.

Nenek Qibtiyah hanya tersenyum saja mendapat tawaran itu. Agus Maftuh pun terus menjelaskan soal umroh ini. "Nanti kami yang dorong kursi roda nenek," seloroh alumni Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen, Demak, ini. (*)

Pewarta :
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda