Nenek Qibtiyah Dapat Hadiah Umroh, Pulang Diantar Dubes

Nenek Qibtiyah (empat dari kiri) saat dikunjungi Tim KBRI Riyadh.

COWASJP.COM – Nenek Qibtiyah, perempuan asal Jember yang pernah hilang 28 tahun dan telah ditemukan Tim Perlindungan TKI KBRI Riyadh mendapat simpati dan hadiah bertubi-tubi. Sebelum dipulangkan ke Indonesia, ia menerima gaji sebesar 76 ribu riyal (sekitar Rp 266 juta). 

Gaji diserahkan keponakan majikan Kapten Ibrahim Muhammad disaksikan Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel dan Dubes Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi di KBRI Riyadh, Minggu (29/4).

Lalu, Jumat sore (4/5) saat rombongan KBRI Riyadh mengunjungi Ruhama, Nenek Qibtiyah juga menerima hadiah. Hadiah berupa umroh. "Mau kan Nek, umroh dulu sebelum pulang?" tanya Duta Besar Republik Indonesia untuk Saudi Arabia Agus Maftuh Abegebriel.

Nenek Qibtiyah hanya tersenyum saja mendapat tawaran itu. Agus Maftuh pun terus menjelaskan soal umroh ini. "Nanti kami yang dorong kursi roda nenek," seloroh alumni Pondok Pesantren Futihiyyah Mranggen, Demak, ini.

duber.jpg

Saat itu Dubes Agus Maftuh beserta nyonya, mengunjungi Rumah Harapan Mandiri (Ruhama) tempat Nenek Qibtiyah alias Jumanti tinggal selama menunggu jadwal kepulangan. Selain Dubes, ada pula Atase Hukum KBRI Riyadh Muhibuddin, Atase Polisi Mochammad Fahurozi, dan sejumlah staf..

Selain mendapatkan gaji dan umroh, kepulangan Nenek Qibtiyah juga akan diantar langsung oleh Dubes Agus Maftuh. "Semoga ada jadwal yang pas ya Nek. Setelah umroh nanti saya yang akan mengantar nenek. Doakan tugas kami lancar nggih?" kata Agus.

Sehabis mengunjungi Rumah Harapan Mandiri dan menggelar Indonesia Cultural Night Bamboo Harmony Hari ke-2, Dubes Agus Maftuh langsung terbang ke Dakka, Bangladesh. Agus menghadiri pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri anggota OKI sebagai Duta Besar RI untuk Organisasi Kerjasama Islam (OKI). (*)

Pewarta :
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda