Usung Bamboo Harmony, KBRI Riyadh Promosi Budaya Indonesia

COWASJP.COM – Semangat Indonesia Incorporated dalam mempromosikan Indonesia bergema di Riyadh. Kementerian Luar Negeri yang diwakili KBRI Riyadh bersama Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menggelar Indonesia Cultural Night "Bamboo Harmony."

Sesuai dengan namanya, Bamboo Harmony ini menampilkan dua grup musik yang menggunakan bambu sebagai alat utamanya. Yakni Saung Angklung Mang Ujo, Bandung dan "Thilung" Bale Seni Wasana Nugraha Yogyakarta. Indonesia Night ini berlangsung dua hari, Kamis dan Jumat (3-4 Mei). Dimulai pukul 19.40 hingga 22.30.

Pentas dilakukan di Lapangan Komplek Gedung KBRI Riyadh. "Hari pertama penontonnya para diplomat negara sahabat dan warga Saudi. Ada sekitar 300 tamu. Sedangkan hari kedua untuk ekspatriat Indonesia yang ada di Saudi. Penonton dari kalangan warga Indonesia ini biasanya mencapai 1.000 orang," jelas Pelaksana Fungsi Pendidikan Sosial Budaya (Pensosbud) Sunan J Rustam.

Kedua grup yang tampil sudah mempersiapkan sesi interaktif untuk mengenalkan alat musik yang dibawakannya. Misalnya Saung Angklung Mang Ujo (SAMU) membawa 200 angklung yang akan dibagikan ke penonton. "Pada hari pertama, 100 angklung kita bagikan kepada tamu para diplomat. Lalu kita ajari memainkannya," urai Hengky Robi, personel SAMU saat briefing.

Seratus angklung berikutnya untuk hari kedua. Yang kemudian diserahkan untuk Sekolah Indonesia Riyadh (SIR) sebagai sarana pendidikan bermusik bagi anak-anak yang sekolah di SIR. 

riyad1.jpg

Sedangkan Kelompok Thilung mempersiapkan sejumlah lagu yang bisa mengajak penonton ikut menyanyi. Beberapa lagu berbahasa Arab, termasuk Shalawat Badar. "Untuk hari kedua kita siapkan juga lagu-lagu dangdut. Termasuk yang lagi hits," ujar Galih Prakasiwi.

Di hari kedua, untuk menghibur para ekspatriat Indonesia di Riyadh, kedua kelompok musik ini juga akan berkolaborasi. Mereka menyiapkan lagu Sayang-nya Via Vallen.

Duta Besar RI untuk Saudi Arabia Agus Maftuh Abegebriel menegaskan Indonesia Cultural Night ini untuk menunjukkan bahwa Indonesia kaya. Kaya akan budaya yang diakui sebagai Warisan Budaya Dunia oleh Unesco.

riyad2.jpg

"Selain itu kita mengisi kegersangan budaya negeri ini. Kita  ingin menunjukkan bahwa Indonesia berhasil memadukan Islam dengan budaya. Kita gaungkan Shalawat Badar di sini," ujar Agus Maftuh Abegebriel di kantornya.

Menurut alumni Pondok Pesantren Futihiyyah, Mranggen, Demak ini, acara ini juga mendapat momentum yang tepat. Yakni bersamaan dengan mulai terbukanya Saudi Arabia menerima budaya sebagai aspek kehidupan yang tak bisa diabaikan.

Mengenai soal bagaimana memadukan Islam dengan budaya ini, kata Agus Maftuh,
Indonesia punya peluang untuk mengisinya. Mengisi kontennya. "Kita punya pengalaman lama untuk itu," tandas ayah empat anak ini. (*)

Pewarta :
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda