Jangan Lewatkan Karnaval Pakaian dari Bambu di Pintoe Langit

Karnaval Pakaian dari Bambu di Pintoe Langit. (Foto-Foto: Istimewa)

COWASJP.COM – Agendakan waktu Anda untuk datang ke Jogja. Habiskan waktu di pekan ketiga April ini (15-22 April) dengan menikmati sajian "serba bambu" di salah satu destinasi wisata ngehits di Jogja. Tepatnya di kawasan Tangkil, Muntuk, Dlingo, Bantul. 

Destinasi wisata yang terkenal dengan Puncak Pintoe Langit di kawasan Hutan Pinus Becici ini menggelar Muntuk Bamboo Carnaval 2018. Sejumlah agenda seni budaya berbasis bambu digelar. Dilengkapi pula dengan kegiatan pendukung lainnya.

Ada pergelaran Wayang Bambu pada tanggal 16, 18 dan 20 April pada pukul 19.30 WIB. Wayang terbuat dari bambu ini mengambil cerita Babad Pedukuhan Tangkil sebagai pusat kerajinan bambu di Muntuk. Musiknya unik. Kolaborasi hadroh dan gamelan. 

Karnaval-Pakaian-dari-Bambu-2.jpg

Kemudian ada juga Kenduri Bambu pada 18 April pada pukul 14.30. "Kenduri bambu ini sebagai upaya mensyukuri anugerah Tuhan yang memberikan rezeki melalui tumbuhan bambu," urai Panitia Muntuk Bamboo Carnaval (MBC) Ade Ulfa Nugroho, Minggu (15/4).

Puncak dari acara MBC 2018 ini adalah Fashion Bambu Carnival dan Bregada Bambu Mataram "Kenthong Rampak". Setidaknya lima desain pakaian bambu bersama 100 kentong rampak meramaikan karnaval ini.

Karnaval Fashion Bambu ini digelar pada Sabtu (21/4) mulai pukul 14.30 WIB. Karnaval ini mengambil start di Pasar Kerajinan Munthuk melewati Pintoe Langit Dahromo dan finis di Lintang Sewu. Saat akhir menjelang senja, pemandangan indah akan tersaji. 

wayang.jpg

Keanggunan peragawati mengenakan pakaian bambu berjalan di puncak bukit dengan latar belakang kerlap-kerlip lampu Kota Jogja di bawahnya, tentu menjadi sasaran bidik yang istimewa. Momen yang sangat instagramable dan instagenik. Kosongkan memory card Anda untuk mengabadikan momen ini.

Muntuk Bamboo Carnival ini digelar oleh Karang Taruna "Karna Duta" Dusun Tamgkil. Sebagai suatu event bentuk apresiasi masyarakat pengrajin bambu di Muntuk. Kegiatan juga didukung oleh BUMDes Giri Artha, Koperasi Wisata Notowono dan pihak lain di Pedukuhan Tangkil. 

Kegiatan pendukung MBC sudah dimulai pada Minggu (15/4) dengan agenda Pasar Tumpah dan pentas musik Keroncong. Pasar Tumpah ini menjual berbagai makanan dan minuman tradisional. Seperti dawet, kelapa muda, cilok, pecel dan sebagainya. 

Karnaval-Pakaian-dari-Bambu-3.jpg

Bisa dibayangkan, istirahat siang di bawah pohon Pinus, minum dawet, dihibur musik keroncong....Aduhai syahdunya. 

Pintoe Langit Dahromo, yang terletak di Bukit Dahromo, Desa Muntuk, Dlingo, Bantul berada tak jauh dari spot-spot keren di Mangunan. Spot foto yang banyak dicari oleh traveler adalah spot foto berbentuk pintu dengan pemandangan yang sangat menakjubkan. 

Akses menuju Pintoe Langit Dahromo sangat mudah. Dari pusat kota Jogja bisa lewat dua rute akses jalan. Lewat Jalan Wonosari Piyungan atau lewat Jalan Imogiri Timur. Memanfaatkan Google maps pun bisa. 

Rute menuju Pintoe Langit lewat Jalan Wonosari

Pemandangan.jpg

Rute melewati jalan Wonosari ini lebih simple dan mudah. Dari Ring Road Timur ke arah Jalan Wonosari lurus terus ke arah Gunungkidul.   Melewati Bukit Bintang yang banyak warung makan dan penginapan di pinggir jurang/bukit dengan view kota Jogja. 

Terus sampai  ketemu perempatan tanpa traffic light. Ada kantor Polsek Patuk di kawasan ini. Inilah perempatan Patuk, Gunungkidul. Ambil jalan ke Kanan ke Jl Patuk- Dlingo. Ikuti jalan tersebut hingga melewati warung makan berjejer dipinggir tebing sebelah kanan dengan View kota Jogja. Lurus terus hingga melewati Hutan Pinus Pengger di sebelah kanan jalan. Kemudian melewati Hutan Pinus Pengger, dan melewati Tempat Wisata Bukit Becici. Nah, 500 m dari Bukit Becici ada pertigaan, ambil arah ke kanan. Lurus, sampailah di Pintoe Langit. 

Rute ke Pintoe Langit lewat jalan Imogiri Timur

Pintu.jpg

Dari Terminal Giwangan menuju ke arah selatan Jalan Imogiri Timur.  Lurus terus sampai Pasar Imogiri. Setelah Pasar Imogiri, ada jalan bercabang. Ke kanan arah Selopamioro dan ke Jalan Parangtritis, sedang ke kiri ke arah Makam Raja Mataram dan arah Dlingo, Mangunan. 

Ambil jalan yang ke kiri hingga lapangan Imogiri yang depannya ada Alfamart. Lurus 100 m dari lapangan ada pertigaan. Jika lurus ke Makam Raja Mataram, ke kanan ke arah Mangunan dan Dlingo. 

Ambil arah kanan dengan rute jalan yang menanjak dan berkelok. Melewati beberapa tempat wisata seperti Bumi Langit Resto, Watu Goyang, Wisata Watu Lawang hingga sampai di pertigaan yang ada Tugu Mangunan. Jika ke kanan ke arah jalan Dlingo - Playen sedang ke kiri naik ke arah Kawasan Hutan Pinus Mangunan. 

Ambil yang ke kiri. Jalan Hutan Pinus Nganjir. Melewati beberapa Tempat Wisata seperti, Seribu Batu Songgo Langit (spot andalan Rumah Hobbit dan Rumah pohon), melewati Hutan Pinus Sari atau Hutan Pinus Mangunan ( spot andalan Panggung Pertunjukan.) Kemudian melewati Hutan Pinus Asri (spot andalan Bikini Bottom atau Rumah Spongebob). 

Hutan.jpg

Setelah itu kita akan bertemu dengan pertigaan, jika ke kanan ke Desa Wisata Bambu Batik. sedangkan lurus menuju Patuk, Gunungkidul. Ikuti jalan yang menuju ke Patuk, nanti di jalan ini juga kita akan melewati beberapa tempat Wisata, seperti Wisata Lintang Sewu ( spot andalan Bintang yang menyala lampu berwarna merah), Tapak Buto, dan Rumah Tawon. 

Beberapa meter setelah Wisata Alam Lintang Sewu kita sudah sampai di Wisata Alam Pintoe Langit, Dahromo, Dlingo. 

Belum ada angkutan umum menuju ke kawasan Dlingo, khususnya ke Pintoe Langit ini. Wisatawan yang berasal dari luar kota Jogja sebaiknya menyewa kendaraan bermotor atau mobil. Sewa motor bisa di daerah Malioboro atau stasiun Lempuyangan dengan harga sekitaran Rp 100.000 per hari. Atau bisa menyewa mobil dan paket wisata CowasJP Biro Jogja di nomor 087-839-853523.

Ayo jelajahi destinasi wisata Jogja. Siapkan gadgetmu. Abadikan moment terindah, lalu share foto dan videomu di media sosial. Instagram dengan mention dan tag @genpijogja dan @kemenpar hastag #pesonajogja #pesonaindonesia #cowasjp (*)

Pewarta :
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda