Umroh The Power of Silaturahim II (10)

Naik Sriwijaya Air Rombongan Pertama Mendarat di Bandara Soetta

Kedatang yang pertama anggota jamaah umrah The Power Silaturahim II mbak Kurnia langsung disambut pak Aqua dan pak Ozie, pimpinan Sriwijaya Air. (Foto: TPS II)

COWASJP.COM”Labbaikallohumma labbaik, labbaika laa syariikalaka labbaik… innalhamda wa ni’mata laka walmulk laa syariikalak”

(Aku datang memenuhi panggilan-MU ya ALLAH, aku datang memenuhi panggilan-MU, aku datang memenuhi panggilan-MU, tidak ada sekutu bagi-MU, aku datang memenuhi panggilan-MU…Sesungguhnya, segala puji, ni’mat, dan segenap kekuasaan adalah milik-MU, tidak ada sekutu bagi-MU).

Panggilan umroh yang menghadirkan Baitullah seolah sudah di pelupuk mata itu memacu semangat para Jamaah Umroh The Power of Silaturahim II untuk bersegera terbang ke Tanah Suci di Mekah dan Madinah. Para jamaah seolah tidak sabar ingin segera bersimpuh di pelataran Ka’bah dan bersholawat langsung di makam Rasulullah Nabi Muhammad SAW di Masjidil Haram. Kedua tempat suci tersebut selama ini hanya ada dalam hati sanubari dan terbayang di pelupuk mata. Jaraknya terpaut amat jauh, sekira 8.000 kilometer dari Jakarta. 

Seolah ingin bergegas memenuhi undangan sebagai tamu ALLAH, Dewi Kartikasari Soetari Wiyono dan Dede Kurniasih Soegiman segera terbang dari Semarang naik Sriwijaya Air SJ 225. Mereka berdua adalah rombongan pertama yang tiba di Jakarta dari 20 anggota Jamaah yang naik pesawat dari daerah asal masing2. 

Alhamdulillah, Sabtu (14/4/2018) sekira pukul 13.30 WIB, Dewi dan Kur –panggilan Kurniasih- mendarat dengan selamat di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Cengkareng, Banten. Sesaat setelah mendarat, mereka berdua menyatakan rasa syukur yang mendalam. Kedua anggota Jamaah Umroh The Power of Silaturahim itu masing2 berasal dari dua daerah di Jawa Tengah, yakni Salatiga dan Sragen.

Insya ALLAH, Minggu (15/4/2018), tiga anggota jamaah lagi menyusul terbang ke Jakarta. Mereka adalah  Muhammad Abdullah Syamsuddin dan Ririan Fadli Moehammad Saleh dari Makassar, Sulawesi Selatan, dan Nurmahani Naharuddin Saragih dari Pematang Siantar, Sumatera Utara. Sebanyak 15 orang lainnya terbang ke Ibu Kota dari Padang, Solo, Semarang, Malang, Surabaya, dan Banjarmasin pada keesokan harinya.

Seluruh anggota jamaah yang berjumlah 39 orang harus sudah bergabung di Mess Perwakilan Seskoad di Jl Kesatrian No.4, Berland, Jakarta Timur, pada Senin (16/4/2018). Sebelum terbang ke Jeddah, Arab Saudi, pada Rabu (18/4/2018), seluruh jamaah akan mengikuti serangkaian kegiatan di Kompleks Mess yang disediakan atas kebaikan Danseskoad Mayjen TNI Kurnia Dewantara dan jajarannya itu. Kegiatan dimaksud antara lain manasik yang dibimbing oleh Ustadz dari NRA Tour & Travel dan Malam Silaturahim. Acara sarasehan itu Insyaa ALLAH akan dihadiri oleh beberapa perwakilan “alumni” Jamaah Umroh The Power of Silaturahim I.

“Assalamualaikum.. Pak Nurcholis, alhamdulillah sy n mbak Kurnia sdh sampai di bandara. Trm kasih..,” tulis Dewi via pesan japri ke saya sesaat setelah mendarat di Bandara Soetta.

bu-retno.jpgBu Retno, isterinya pak Aqua (kedua dari kanan), pun ikut menjemput kedatangan mbak Kurnia.

Penyandang dana rombongan umroh The Power of Silaturahim II Mas Aqua Dwipayana bersama istri Mbak Retno Setiasih dan Deputi District Manager Sriwijaya air Bandara Soetta Cengkareng Achmad Fahruroji langsung menjemput mereka di terminal kedatangan 2F Bandara Soetta. Ojie, panggilan akrab Achmad Fahruroji Asbih juga tergabung dalam rombongan umroh The Power of Silaturahim I yang berangkat pada 8-16 Januari 2017. Beliau banyak membantu baik rombongan I maupun II. 

Layanan Prima Ustadz Ojie & Tiwi

Begitu ketemu Dewi dan Kur, panggilan Dede Kurniasih Soegiman, Ojie langsung meminta semua label bagasi mereka. Kemudian minta tolong salah seorang stafnya untuk mengambilkan bagasinya di ban berjalan. Mas Aqua, Mbak Retno, Dewi, dan Kur dipersilakan menunggu di ruang kerja Ojie sambil disajikan teh hangat. Sambil menunggu semua bagasinya diambil, Ustadz Ojie, demikian saya biasa memanggilnya, bercerita pengalamannya selama umroh tahun lalu.

"Mbak Dewi dan Mbak Kur kalau sudah tiba di Tanah Suci fokus ibadah saja. Tidak usah mikirin untuk belanja karena sebagian besar barang yang dijual di sana ada di Tanah Abang Jakarta. Rasanya nikmat sekali jika kegiatannya hanya ibadah," jelas Ojie.

Dewi dan Kur menyimak semua yang disampaikan bapak dua putra itu. Mereka berdua bertekad untuk melaksanakan semua nasihat pria yang cekatan dan ramah itu agar dapat merasakan nikmatnya beribadah di Tanah Suci.

"Alhamdulillah saya dan Mbak Kurnia sudah sampai Soekarno Hatta. Dijemput Pak Aqua dan Pak Ojie, pimpinan Sriwijaya Air. Kami tunggu kedatangan Saudara anggota JPS II," ungkap Dewi di Grup WA Power of Silaturahim II sambil mengirimkan fotonya.

Sementara Kur juga menyampaikan kegembiraannya. "Rasanya seperti mimpi saja. Alhamdulillah saya dan Mbak Dewi sudah sampai Jakarta. Insya ALLAH beberapa hari lagi berangkat ke Tanah Suci," ujar Kur dengan wajah berbinar. 

anggota-umrah-baru.jpg

Kelancaran perjalanan para anggota Jamaah Umroh The Power of Silaturahim II –juga Jamaah Umroh The Power of Silaturahim I tahun lalu- tidak lepas pula dari kiprah Lilis Pratiwi. Tiwi –demikian panggilan akrab Lilis Pratiwi- ialah sekretaris direksi Sriwijaya Air yang biasa ditugaskan khusus untuk melayani kebutuhan penerbangan para tamu khusus atau kalangan VIP. 

Selaku Ketua Rombongan Jamaah Umroh The Power of Silaturahim I dan II, saya patut mengapresiasi setinggi-tingginya kepada pemilik sekaligus Dirut Sriwijaya Air Chandra Lie dan Direktur Keuangan Srijaya Air Group Gabriella Sonia Bongoro. Dua petinggi maskapai penerbangan nasional yang juga teman baik Mas Aqua itu memberikan dukungan penuh untuk mengangkut jamaah kami berikut barang-barang bawaan mereka dari dan ke berbagai daerah asal mereka di seluruh kota yang dilayani Sriwijaya Air Group.

Ojie-Tiwi itu duet terbaik yang ditugaskan oleh dua pucuk pemimpin Sriwijaya untuk melayani kebutuhan angkutan penerbangan para anggota Jamaah The Power of Silaturahim I dan II. Ojie menangani pengiriman barang, sedangkan Tiwi menyiapkan tiket penerbangannya. Yang merasakan syukur yang mendalam dan sangat terharu oleh dedikasi luar biasa Pak Chandra Lie dan Bu Gab –panggilan Gabriella-untuk memberikan layanan terbaik kepada para calon tamu ALLAH itu.

Hebatnya lagi, dedikasi itu pula yang ditunjukkan Ojie dan Tiwi. Mereka bekerja tidak mengenal waktu dan tempat. Bahkan malam ini (14/4/2018), yakni Sabtu malam Minggu –tanggal merah pula- Tiwi terus meng- update  status jadwal dan tiket penerbangan para jamaah.

“Pak Nurcholis, mohon dicek ya apakah masih ada yang kurang atau terlewat. Kalau ada masalah, tolong jangan sungkan-sungkan segera hubungi saya ya Pak agar dapat segera pula saya bantu mengatasinya,” kata Tiwi kepada saya.

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda