Umroh The Power of Silaturahim II (9)

Kejutan Teman Kuliah Bagi-bagi Umroh

Bambang Cahyono Suratno (Foto: Istimewa)

COWASJP.COM – Sabtu pagi pada 17 Februari 2018 itu saya sedang berkumpul bersama keluarga besar di Malang, Jawa Timur. Kedua orang tua kami dan adik saya dari Wonogiri, Jawa Tengah, juga ikut berkumpul dalam rangka menghadiri resepsi pernikahan saudara. Suasana cukup riuh.

Waktu menunjukkan sekitar pukul 10.00 WIB ketika telefon seluler (HP) saya berbunyi tanda ada telefon masuk. Dilayar HP tertulis: “Aqua Dwipayana memanggil...” Segera saya angkat telefonnya. 

BACA JUGA: Bagai Geledek di Siang Bolong​

Seperti biasa, Aqua terlebih dahulu menanyakan kabar keluarga. Setelah itu, pakar komunikasi dan motivator itu menegaskan tawarannya untuk memberangkatkan saya menunaikan ibadah umroh ke Tanah Suci.

Aqua sebenarnya telah menyampaikan niatnya “mengumrohkan” saya saat Bapak dua anak itu mengantarkan saya dan teman-teman ke Stasiun Tugu Yogyakarta, pada April 2017, seusai kami reuni kecil alumni Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Angkatan 1988. Reuni selama dua hari itu atas undangan Aqua sekeluarga. Seluruh biaya, termasuk transportasi, akomodasi, dan konsumsi, plus oleh2 ditanggung oleh Aqua. 

BACA JUGA: Berkat Hadiah Umroh, Penyakitku Takut Ketinggian Sembuh​

Terus terang, untuk mengiyakan tawaran berumroh tersebut bagi saya sangat berat. Bukan karena tidak ingin berangkat. Bukan! Siapa sih orang Islam yang tidak ingin pergi ke Baitullah di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah? Saya rasa setiap muslim pasti ingin, apalagi seluruh biayanya sudah ada yang menanggungnya –dalam hal ini Aqua.

BACA JUGA: Dahsyatnya Niat Baik, Semua Dapat Digerakkan​

Yang membuat saya berat menerima tawaran tersebut ialah karena sudah tidak terhitung lagi kebaikan yang saya dapatkan dari Aqua sekeluarga. Ada rasa sungkan, tak enak hati, dan sebagainya. Ada ewuh pakewuh saya sebagai orang Jawa muncul meski saya paham betul bahwa semua kebaikan tersebut dilakukannya dengan tulus, tanpa pamrih. 

Selama kenal Aqua sejak sama-sama mulai kuliah di UMM  pada 1988, saya merasakan tidak ada yang berubah pada urang awak yang lahir-besar di Pematang Siantar, Sumatera Utara, itu kecuali dia bertambah matang dan makin sukses. Aqua selalu menawarkan bantuan terhadap siapa saja, sebelum yang ditawari meminta.

BACA JUGA: Karena Mengaji Aku Dihadiahi Umroh ke Tanah Suci​

"Bambang harus berangkat umroh. Jangan punya pikiran macam-macam. Fokus saja ibadah. Setelah ini segera urus paspor ya," katanya lewat telepon, saat menegaskan kembali tawarannya memberangkat saya umroh.

"Kalau ada kesulitan, hubungi saya. Jangan lupa untuk paspor umroh, namanya minimal harus tiga kata ya. Yang belakang bisa ditambahkan nama orang tua, asal jangan nama tetangga ya," tambahnya sambil bergurau.

Joke-joke inilah yang menjadi kekhasan Aqua. Dan ini sudah tidak asing lagi bagi kami yang seangkatan ketika kuliah.

Subhanallah......ya ALLAH.......

Bingung Dapat Rejeki Nomplok

Beberapa saat saya tertegun, haru, dan entah perasaan apalagi. Dada berdegub kencang, dan rasanya sesak. Hingga saya kaget ketika Aqua kembali menegaskan lagi sebelum mengakhiri pembicaraan lewat HP.

BACA JUGA: Salut Buat Pemimpin Rombongan yang Sangat Selektif

"Untuk selanjutnya nanti yang mengurusi masalah umroh komunikasinya dengan Mas Nurcholis. Siap ya Mbang. Sampai ketemu ya. Tolong sampaikan salam hormat saya untuk keluarga ya," katanya mengakhiri pembicaraan telepon.

Terus terang, saya merasakan seperti sedang bermimpi ketika Aqua menyampaikan hal itu. Antara bingung, bahagia, dan haru campur aduk. Bahkan istri sayapun antara percaya dan tidak. Di tengah keriuhan pesta syukuran pernikahan itu, tak terasa mataku berkaca-kaca. Bibir pun terasa kaku, lidah rasanya kelu bahkan untuk mengucapkan "terima kasih" pun sampai tak mampu. 

Saking bingungnya bagaimana harus merespons “rejeki nomplok” yang tak disangka-sangka ini. Bagi saya sekeluarga, ini adalah suatu anugerah yang luar biasa. 

Saya tidak tahu apa yang menjadi pertimbangan Aqua memilih saya. Biarlah ALLAH SWT dan Aqua yang tahu. Namun saya meyakini bahwa yang Aqua putuskan itu dilandasi rasa ikhlas untuk berbagi kebahagiaan dengan teman seperjuangan di bangku kuliah dulu. 

Sepertinya, Aqua yang telah sukses itu tidak ingin menikmati hasil kesuksesannya itu sendirian bersama keluarga saja. Mungkin inilah yang membuat saya sangat terharu dan tersentuh sampai-sampai tak terasa airmata meleleh membasahi pipi.

“Bambang, hadiah umroh itu dari ALLAH SWT. Untuk itu rasa syukur dan ucapan terima kasih agar disampaikan ke ALLAH SWT. Sebagai hamba-NYA, saya hanya melaksanakan perintah-NYA,” kata Aqua mencoba meyakinkan dan menentramkan saya agar tidak usah sungkan atau berpikir ini itu untuk menerima tawaran hadiah umroh tersebut.

Akhirnya, dengan mengucap syukur alhamdulillah dan membaca Bismillahirrohamaanirrohiim, saya kuat niat dan bulatkan tekad untuk berangkat umroh sesuai dengan yang ditawarkan Aqua.
“Assalamu'alaikum Wr... Wb... Sebelumnya saya sekeluarga menyampaikan terima kasih kepada Aqua dan Mbak Retno sekeluarga atas pemberian hadiah berupa ibadah umroh kepada saya. Rasanya tidak percaya mendapatkan itu,” kataku kepada Aqua keesokan harinya (18/2/2018) via pesan WhatsApp (WA).

Selang beberapa hari kemudian Pak Nurcholis dan Ibu Yayah menghubungi saya. Pak Nurcholis menegaskan kembali yang disampaikan Aqua bahwa saya masuk daftar anggota Jamaah Umroh The Power of Silaturahim II bersama 38 orang lainnya. Saya juga diminta segera melengkapi dokumen persyaratan untuk mengurus paspor. 

BACA JUGAMes Seskoad Siap Tampung Jamaah Umroh The Power of Silaturahim II

Adapun Bu Yayah memberitahukan syarat-syarat yang harus dipersiapkan secara lebih detil lagi. Selain itu, saya dibantu mendapatkan kelengkapan dokumen dari NRA Tour & Travel selaku Biro Penyelenggara Ibadah Umroh (BPIU) yang menangani jamaah The Power of Silaturahim II.  

Terima kasih tak terhingga saya sampaikan kepada Aqua sekeluarga, Pak Nurcholis, Bu Yayah, dan semua anggota jamaah Umroh The Power of Silaturahim II. Semoga ALLAH SWT membalas amal baik Bapak Ibu sekalian. Aamiin.

Penulis adalah anggota rombongan umroh The Power of Silaturahim II yang sehari-hari bertugas sebagai jurnalis di Tulungagung, Jawa Timur.

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda