Umroh The Power of Silaturahim II (8)

Salut Buat Pemimpin Rombongan yang Sangat Selektif

Foto: Istimewa

COWASJP.COM – Tinggal dalam hitungan hari, “gerakan ibadah Umroh the Power of Silaturahim II” memasuki babak pelaksanaan. Terbatasnya kuota jumlah anggota jamaah haji yang berdampak pada cukup lamanya antrean untuk melaksanakan rukun Islam ke-5 itu mendorong kaum muslimin dari sejumlah negara melirik pada ibadah umroh sebagai pilihan favorit. Mereka tampak realistis: kalau toh ibadah haji tidak terkejar, tak mengapalah kalau hanya bisa berumroh. Yang penting semasa hidup di dunia ini sudah pernah beribadah ke Tanah Suci, tempat miliaran umat Islam lintas zaman dari berbagai penjuru dunia berkiblat ketika sholat. 

BACA JUGA: Dahsyatnya Niat Baik, Semua Dapat Digerakkan

Negara mana saja yang masuk dalam 10 pengirim jamaah umroh terbesar di dunia? Mengutip data Kementerian Agama dan Umroh Arab Saudi, databoks.katadata.co.id menyebutkan pada kurun 2015-2016, Indonesia berada di peringkat ke-3. Inilah data yang dipaparkan Kementerian Agama dan Umroh Arab Saudi:

10 NEGARA DENGAN JEMAAH UMROH TERBESAR

Tahun 2015-2016

1. Mesir  1,3 juta.

2. Pakistan  991, 3 ribu.

3. Indonesia  699,6 ribu.

4. Turki 473,7 ribu.

5. Yordania  434, 5 ribu.

6. India  409,6 ribu.

7. Aljazair  371,9 ribu

8. Malaysia  226 ribu.

9. Uni Emirat Arab (UEA)  187,3 ribu.

10. Iraq  168,4 ribu.

Setahun kemudian, 2016-2017, Indonesia naik satu peringkat dengan jumlah 875.958 jamaah atau meningkat 25% dari sebelumnya. Posisi Mesir di puncak tergusur Pakistan, bahkan terjun di bawah kelompok Lima Besar.

BACA JUGA: Bagai Geledek di Siang Bolong​

Kumparan.com pada Kamis 13 Juli 2017 mengabarkan Arab Saudi mengakhiri musim umroh pada 9 Juli 2017 untuk selanjutnya menyongsong musim haji. Musim umroh 2016-2017 berlangsung selama 1 November 2016 hingga 9 Juli 2017. 

BACA JUGA: Berkat Hadiah Umroh, Penyakitku Takut Ketinggian Sembuh

Warga negara Pakistan berada di puncak daftar jamaah, dengan total jamaah mencapai 1.446.284 atau naik 45% dari tahun sebelumnya. Jumlah jamaah umroh Pakistan lebih banyak 570.326 orang dari jamaah umroh Indonesia yang 875.958 orang.

LIMA BESAR JAMAAH UMROH 2016-2017

1. Pakistan  1.446.284 orang 

2. Indonesia  875.958 orang.

3. India  524.604 orang.

4. Bangladesh  280.977 orang.

5. Iraq 264.878 jamaah. (naik 58%).

Laporan itu menunjukkan bahwa kondisi ekonomi dan keamanan berkontribusi terhadap penurunan jumlah jamaah dari beberapa negara, seperti Mesir, Turki, dan Yordania. 

Kenaikan visa umroh berasal dari sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Jerman, dan Norwegia. Mungkin jumlahnya tidak besar, namun tren meningkatnya jamaah umroh dari ketiga negara Barat tersebut sangatlah menggembirakan.

BACA JUGA: Karena Mengaji Aku Dihadiahi Umroh ke Tanah Suci

Saudi Gazette edisi Kamis 13 Juli 2017 menuliskan total 4,2 juta jamaah telah tiba di Bandara King Abdul Aziz dengan menggunakan 28 ribu penerbangan. Betapa dahsyatnya seluruh aktivitas ibadah umroh di seluruh penjuru dunia ini. Kemudian (arus baliknya) sebanyak 4,3 juta jamaah berangkat dari bandara King Abdul Aziz menuju negara masing-masing menggunakan 29 ribu penerbangan. 

Abdullah Al-Reemi, Direktur Jenderal bandara tersebut, menyebutkan bahwa lebih dari 10 ribu staf yang mewakili 27 pemerintah dan sektor-sektor swasta terlibat dalam melayani jamaah. “Prosedur perjalanan selesai dalam waktu singkat, dengan waktu tunggu di depan konter pengawasan paspor bisa dikurangi hingga kurang dari 10 menit,” jelasnya.

Pilihan Sangat Tepat

Kita belum tahu data jumlah jamaah umroh untuk musim 2017-2018. Namun, diperkirakan Indonesia masih masuk dalam kelompok Tiga Besar. Situs haji.kemenag.go.id mencatat pada 2015 rata-rata  per hari jumlah jamaah umroh Indonesia yang berangkat ke Tanah Suci mencapai 195 orang. Tahun 2018 diperkirakan naik. 

Andai tahun ini (2018) rata-rata per hari jamaah umroh Indonesia yang berangkat ke Tanah Suci sekitar 210 orang, porsi jamaah umroh The Power of Silaturahim II yang beranggotakan 39 orang mencapai 18,57% dari total yang berangkat Rabu 18 April 2018. Hampir mencapai seperlima. Jumlah yang cukup banyak!

Kita bersyukur Indonesia selama 2000 – 2018 tidak mengalami gangguan keamanan yang serius atau guncangan ekonomi yang keras. Alhasil, Indonesia tetap masuk dalam kelompok EMPAT BESAR jumlah jamaah umroh terbesar di dunia.

Meskipun begitu, bukan berarti para jamaah umroh Indonesia bebas masalah. Kita tahu bahwa belakangan terjadi ledakan peristiwa penipuan terhadap para calon jamaah umroh. Pelakunya adalan biro perjalanan umroh dan haji. 

Setelah First Travel yang tidak bisa memberangkatkan hampir 60 ribu jamaah umrohnya, kini Abu Tours belum bisa memberangkatkan 27 ribu jamaah umroh. Tak hanya First Travel dan Abu Tours, PT Solusi Balad Lumampah (SBL) juga belum memberangkatkan 12.645 jamaah umrohnya. 

Itulah sebabnya, seluruh jamaah The Power of Silaturahim II sangat menghargai kebijakan Ketua jamaah The Power of Silaturahim II, Bapak Nurcholis MA Basyari, serta pemrakarsa dan penyandang dana Mas Aqua Dwipayana, yang sangat selektif menentukan biro umroh. 

Semua anggota jamaah Umroh The Power of Silaturahim percaya, bahwa keputusan beliau berdua sangat tepat saat memilih NRA Tour & Travel Umroh/Haji. 

Tentu kepercayaan tersebut bukan kepercayaan buta, tapi didasarkan track record beliau berdua yang sangat layak dipercaya. Mas Aqua mendaulat Pak Nurcholis sebagai Ketua jamaah The Power of Silaturahim I pada Januari 2017 dan II pada April 2018. Insyaa ALLAH kredibel!

Dituliskan oleh Pak Nurcholis di seri ke-1 buletin Umroh Silaturahim II. Beda tipis pun enggak dipilih, tulis Pak Nurcholis. Hanya yang terbaik yang dipilih. Ada belasan BPIU (Biro Penyelenggara Ibadah Umroh) yang masuk daftar kajian. Kemudian mengerucut jadi beberapa. Mas Aqua Dwipayana memberikan otoritas penuh kepada Pak Nurcholis untuk menjatuhkan pilihannya. Akhirnya Pak Nurcholis merekomendasikan NRA Tour & Travel menjadi mitra kita. 

Salah satu pertimbangan utamanya adalah pihak NRA lebih intensif berkomunikasi. Komunikasi itu dilakukan bukan hanya oleh satu orang melainkan beberapa orang di level berbeda. “Belakangan setelah palu vonis diketuk kencang, saya tertegun dan menyadari: inilah the power of silaturahim,” tulis Pak Nurcholis.

Hal ini dilakukan semata-mata untuk kenyamanan dan kebaikan seluruh anggota jamaah. Dengan mendapatkan layanan yang prima dari NRA Tour & Travel, diharapkan seluruh jamaah The Power of Silaturahim II yang jumlahnya 39 orang bisa menjalankan ibadahnya dengan sebaik-baiknya dan sekhusuk-khusuknya sejak awal hingga selesai. Aamiin YRA.

Potensi Manis Bisnis Umroh Puluhan Triliun

Kita kadang terheran-heran, mengapa masih ada oknum dan perusahaan yang berani melakukan penipuan dalam area ibadah suci. Harus diakui, bisnis umroh memang menjanjikan. Pangsa pasarnya di Indonesia mencapai Rp18 triliun per tahun. Prospeknya pun cukup cerah. Jumlah jamaah umroh Indonesia terus meningkat setiap tahun. Bahkan pemerintah Arab Saudi sudah menargetkan mendapatkan jamaah umroh hingga empat juta orang per tahun.

‘’Musim ini (2017-2018) dipastikan bertambah banyak,  bisa mencapa 1 juta orang jamaah,’’ kata Ketum Umum Himpuh Baluki Ahmad, di acara Muker Himpuh, di Surabaya, 9 Oktober 2017.

Baluki mengatakan bila rata-rata setiap jamaah umroh menghabiskan dana 1.800 dolar AS atau setara dengan Rp24.660.000 (dengan nilai kurs Rp13.700/US$), jumlah total dana yang dibelanjakan mencapai angka fantasis, yakni mencapai miliaran dolar AS. Jika dihitung menggunakan kurs rupiah, diperkirakan dana jamaah umroh asal Indonesia pada musim 2017-2018 mencapai Rp24,66 triliun.

“Adanya potensi besaran dana yang besar ini jelas menggiurkan pihak mana pun. Maka kami berharap agar bisnis ini diatur dengan baik,’’ katanya.

Adanya pengaturan yang lebih jelas, menurut Baluki, menjadi penting agar masyarakat yang hendak beribadah umroh terjamin hak dan pelayanannya. Di sisi lain, para pengusaha travel juga mampu menjalankan usahanya dengan penuh kenyamanan dan kepastian hukum.

‘’Kasus yang telah terjadi seperti adanya pembiayaan umroh dengan skema multileveng marketing atau skema ponzi hendaknya menjadi pelajaran yang  baik. Bahkan, kami semenjak lima tahun silam sudah menyampaikan saran agar cara pembiayaan umroh model seperti itu dilarang,” ujarnya.

Namun, lanjut Baluki, ternyata seruan Himpuh agar mewaspadai BPIU yang menawarkan pembiayaan umroh dengan cara money game (permainan uang) tidak dihiraukan. Akhirnya, benar saja, pada tahun keempat kasus travel murah  pun meledak. 

“Kalau sudah semenjak jauh-jauh hari dilakukan pengawasan dan penindakan, kasus ‘umroh murah’, misalnya model First Travel  atau penyelenggara umroh sejenis lainnya, tidak akan terjadi. Celakanya jumlah korbannya sudah banyak sekali dan tersebar di berbagai daerah,’’ tandas Baluki seperti dikutip ihram.co.id. 

Penulis adalah anggota rombongan The Power of Silaturahim II yang merupakan wartawan senior dan salah satu angkatan perintis Jawa Pos, tinggal di Surabaya.

Pewarta :
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda