Wisatawan Meningkat, Pemkot Yogya Gagas Stadion Kridosono sebagai Tempat Parkir

COWASJP.COM – Semakin meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Yogya menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Yogya. Pemkot tidak ingin kenyamanan wisatawan terganggu. Termasuk dalam hal mendapatkan tempat parkir di liburan panjang (long weekend).

Salah satu persoalan yang sering dikeluhkan wisatawan yang datang ke Kota Budaya ini adalah terbatasnya tempat parkir di kawasan Malioboro. Kantong-kantong parkir yang sudah ada, masih belum mampu menampung kendaraan pengunjung yang ingin menikmati Malioboro dan sekitarnya.

Akibatnya, kawasan Malioboro dan sekitarnya, termasuk Kotabaru yang berada di pintu masuk arah timur Malioboro terkena dampaknya. Sedangkan Stadion Kridosono yang ada di kawasan Kotabaru lebih banyak "menganggur."

"Akhir tahun lalu, saat liburan, kami sempat berpikir menjadikan Kridosono sebagai tempat parkir penyangga Malioboro. Kami melihat luapan jumlah wisatawan yang begitu banyak yang menyebabkan macetnya jalan ke Malioboro. Kalau Kridosono jadi tempat parkir lalu pengunjung jalan ke Malioboro, kemacetan bisa dikurangi," ujar Wakil Walikota Yogya Heroe Purwadi.

cagar-budaya1.jpg

Lebih lanjut Heroe Purwadi mengatakan, guna menyikapi persoalan itu, Pemkot Yogya sempat merencanakan revitalisasi Stadion Kridosono di Kawasan Kotabaru. Pemkot bahkan telah mengundang Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) Yogyakarta mendiskusikan hal tersebut. Intinya, Kridosono mau jadi apa. Mau jadi tempat parkir atau taman kota.

"Rencana gambar merevitalisasi Kridosono yang pertama kita jadikan Taman Kota. Supaya lebih bisa bermakna. Ini semua​ sedang dikaji. Kami ingin revitalisasi menjadi kesepakatan bersama. Makanya kita undang IAI," tandas mantan wartawan Editor ini.

Heroe menyampaikan hal tersebut dalam Diskusi Terbatas "Nasib Cagar Budaya Yogya, Kini dan Esok" yang digelar Paguyuban Wartawan Sepuh (PWS), Rabu (11/4). Diskusi ini kerjasama PWS dengan Harian Kompas Biro DIY dan Indonesia Rumah Kebhinekaan (InRuKa).

cagar-budaya2.jpg

Selain Wawali Yogya, hadir sebagai narasumber dalam Diskusi Terbatas ini yaitu Ari Setyastuti (Balai Pelestari Cagar Budaya DIY), Amiluhur Suroso  (Yayasan InRuKa), Lauretna T Adisakti (Komunitas Heritage Jogja) dan Achmad Charis Zubair (Dinas Kebudayaan Kota Jogja).

Dalam kesempatan itu Heroe juga menegaskan komitmen Pemkot untuk menjaga Kawasan Cagar Budaya di Kota Yogya. Pemkot katanya, selalu memberikan advis dan saran terhadap pemilik bangunan di kawasan Cagar Budaya yang akan melakukan renovasi. Saran dari Pemkot berkaitan dengan upaya menjaga bentuk asli bangunan di Kawasan Cagar Budaya.

Misalnya di kawasan Kotabaru, harus tetap memiliki ciri, identitas bangunan Indie. Untuk kawasan Malioboro ciri bangunan Pecinan, kawasan Keraton dan Pakualaman atau Kotagede harus beridentitas tradisional Jawa. "Sejauh ini para pemilik bangunan selalu setuju dengan saran Pemkot," tandas Heroe. (*)

Pewarta :
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda