Desa Pampang Gunungkidul Siap Luncurkan #PasarDigital

Foto-foto: Istimewa

COWASJP.COM – Gaung #destinasidigital yang dikumandangkan Menteri Pariwisata Arief Yahya terus menggema. Sejumlah daerah dengan cepat merespons program yang digemakan dalam Rakor di Bali 22-23 Maret 2018 tersebut. Salah satunya Gunungkidul.

Kabupaten dengan julukan Jogja Lantai Dua ini pun segera melaunching Pasar Digital di Pasar Pampang. Minggu (15/4) ada Festival Jajanan Tradisional di Pasar Pampang. Juga ada senam pagi dan berbagai kegiatan untuk menarik wisatawan.

"Pasar Pampang ini adalah salah satu destinasi pasar digital yang digagas Dinas Pariwisata Gunungkidul. Pasar Digital ketiga di Gunungkidul," jelas Kepala Seksi Promosi dan Informasi Dinas Pariwisata Gunungkidul Purnomo Sumardamto, Selasa (10/4).

Selain Pampang, ada Pasar Taman Bumi (Kawasan Geosite Lembah Ngingrong, Mulo), dan Pasar Telaga Jonge (Pacarejo, Semanu).

Menurut Sumardamto, Sabtu-Minggu (14-15 April) ada sejumlah Relawan dari Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Jogja melakukan eksplorasi Pampang, Jonge dan Ngingrong. "Sebanyak 15 orang dan menginap di Pampang," tambah alumnus UGM ini.

kulinernyar2.jpg

Pasar Jonge dibuka sebelum puasa, Mei. Sedangkan Pasar Mulo sudah mulai eksis dua bulan belakangan ini. Setiap Minggu pagi sudah ramai dikunjungi wisatawan lokal untuk mencari jajanan tradisional sekaligus berwisata. Di Pasar Mulo juga diadakan senam pagi setiap Minggu.

Selama ini, Pampang, sebuah desa di kecamatan Paliyan, Gunungkidul, lebih dikenal sebagai desa perajin perak. Sejak Maret 2017 dikukuhkan sebagai Desa Wisata oleh Bupati Gunungkidul Badingah. 

Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Iswandi SE, Pampang terus berbenah menjadikan desanya sebagai salah satu daerah tujuan wisata. Memanfaatkan Sungai Bendowo di desa Pampang dibuatlah paket tubing.

Pampang juga sebagai salah satu desa pemrakasa konservasi burung. Sampai saat ini hasilnya bisa dirasakan warga masyarakat maupun tamu yang datang ke desa tersebut. Setiap hari bisa mendengarkan berbagai kicau burung di alam bebas. 

kulinernyar1.jpg

Kemudian juga tak ada lagi warga masyarakat yang menembak burung. Warga pun dengan kesadrannya telah menanam berbagai pohon sebagai cadangan makanan burung.

Untuk membuat tamu atau wisatawan semakin tertarik datang ke Desa Ekowisata Pampang, dibuatlah #pasardigital mulai Minggu (15/4). Berbagai acara dan spot instagramable disiapkan guna meramaikan pasar ini.

Mari ke desa Pampang, desa yang asri karena suasana pedesaan yang masih kental juga kearifan lokalnya yang masih terjaga. Desa Ekowisata Pampang sudah siap dengan paket wisatanya. Ada homestay, susur sungai dan argowisatanya. 

Guna lebih mendukung semua itu sedang digalakkan pula aksi tanam seribu bunga di sepanjang jalan utama desa Pampang. Program ini dikomandoi langsung sang Kades. (*)

Pewarta :
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda