CBR dan Daur Ulang Sampah

COWASJP.COM – Saya kira Dr Ahmad Munawar, dosen UIN Suka yang mintilihir itu mau membawa komunitas "genk motor" CBR. "Anak-anak mau saya ajak ke komunitas njenengan, agar saling kenal," begitu katanya.

Apa relevansinya komunitas CBR kenalan dengan komunitas bank sampah? Apa anak-anak bikers itu mau membantu kampanye pengelolaan sampah? Apa mereka mau punya program bakti sosial berkaitan dengan pengelolaan sampah? 

Rupanya, CBR kali ini bukan satu jenis atau model motor. Yang diajak datang pun tak ada yang menggunakan motor jenis atau merk itu. Tak ada City Bike Racing. Semua "motor bebek." Pak Ahmad Munawar yang biasanya pakai jaket ala penunggang Harley Davidson pun hanya mengenakan jaket biasa. Dan membawa "motor bebek" juga.

"Kami bawa para mahasiswa yang akan melakukan CBR, community based research. Mereka memberdayakan masyarakat tapi tidak dengan memberikan uang, melainkan bekal ketrampilan. Sehingga masyarakat bisa lebih mandiri secara ekonomi," kata Ahmad Munawar saat menyampaikan sambutan di Pendopo Bank Sampah Griya Sapu Lidi.

Ooo...CBR ini jenis riset orang-orang kampus. Bukan miliknya bikers. Intinya, para mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Jogja program studi Sosiologi Agama ini melakukan praktik kerja lapangan (PKL) pemberdayaan masyarakat di kawasan sekitar Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) atau TPST (Tempat Pengelolaan Sampah Terakhir) Piyungan.

sapu-lidi10b9b0.jpg

Para mahasiswa itu mengajak para remaja di Dusun Ngablak, Sitimulyo, Piyungan, Bantul untuk belajar memanfaatkan sampah plastik menjadi produk Daur Ulang. Mereka anak-anak para Pengepul Sampah di sekitar TPA. 

Selama ini mereka sekadar memungut sampah-sampah plastik dari TPA, kemudian menjualnya kembali. "Kami ingin mereka memiliki ketrampilan mengolah sampah tersebut menjadi produk Daur Ulang sehingga nilai jualnya lebih tinggi," ujar Fitri Sutriman, Koordinator Mahasiswa PKL UIN.

Dua jenis pelatihan daur ulang mereka pilih. Pembuatan "piring anyam ale-ale" dan bunga dari tas kresek. Dua jenis sampah ini banyak mereka kumpulkan dari TPA. "Kami biasa memilah sampah-sampah plastik yang masih bisa dimanfaatkan," kata Isti K yang orangtuanya seorang Pengepul di TPA Piyungan.

Piring anyam ale-ale adalah hasil daur ulang dari bekas gelas plastik minuman teh gelas, ale-ale dan sejenisnya. Memanfaatkan lingkaran "bibir atas" gelas plastik tersebut. Kemudian dirangkai dengan tali membentuk piring. 

Pola dasar rangkaian untuk piring tersebut juga bisa dimanfaatkan membuat keranjang, tempat permen, tas mukena dan lain-lain. Intinya pola dasar tersebut bisa menjadi modal awal pengembangan kreativitas sesuai ide masing-masing. 

Sedangkan bunga dari tas kresek merupakan kreasi daur ulang memanfaatkan sampah plastik kresek menjadi bunga. Caranya, tas kresek disetrika dengan alas penutup kertas minyak. Sehingga plastik kresek menyatu membentuk lembaran yang lebih keras dan tebal.

Lembaran ini merupakan bahan dasar untuk kreativitas. Bisa digunting pola kelopak, disusun menjadi bunga. Dipotong pola daun untuk dibuat daun. Bisa untuk bunga, dibuat bros atau yang lain. Lembaran dasar itu juga bisa dibuat kaligrafi atau karya seni rupa lainnya.

sapu-lidi2.jpg

"Karena mereka sudah punya sampah plastik sendiri jadi pemberian ketrampilan ini tidak akan merebut lahan orang lain. Mereka hanya dituntut untuk bisa lebih memanfaatkan sampah plastik yang mereka miliki. Kami akan terus mendampingi mereka. Tidak harus dengan kelompok mahasiswa yang ini. Bisa dengan kelompok mahasiswa lainnya," tandas Ahmad Munawar.

Bagi UIN, pemberian bekal ketrampilan ini harus memberi manfaat bagi masyarakat. Mereka harus mampu untuk lebih berdaya. "Jika mereka bisa produktif membuat daur ulangnya, kami pun akan mencarikan pasarnya," tegas Ahmad Munawar.

Pelatihan ketrampilan daur ulang ini dipandu oleh Ibu-Ibu Pengurus Bank Sampah Griya Sapu Lidi RW 26 Gumuk Indah, Sidoarum, Godean, Sleman. Di bank sampah jawara Program DIY Green and Clean 2011 ini, para pengurusnya memiliki ketrampilan daur ulang masing-masing yang siap ditularkan. (*)

Pewarta :
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda