Daun Kelor Turunkan Kolesterol Saya

COWASJP.COM – Tahun lalu, tepatnya 7 April 2017 ketika saya harus dirawat di rumah sakit karena ada masalah dengan jantung  – kata dokter ada sedikit sumbatan di bagian depan jantung – saya mulai kerap mengukur kadar kolesterol. Saat dirawat di RS, tes kesehatan menunjukkan kadar kolesterol saya 198, sebenarnya masih dalam taraf normal. Ironisnya, setelah pulang dari RS, saya merasakan kolesterol saya mulai tidak stabil. 

Sesuai  nasihat dokter, saya memeriksakan kesehatan secara berkala, salah satunya dengan mengecek kadar kolesterol. Kondisi jantung tergantung pada kadar kolesterol yang menentukan kekentalan darah. Semakin tinggi kadar kolesterol, semakin kental darah, maka semakin berat kerja jantung. Imbasnya  tekanan darah bisa naik dan akibat ikutannjya akan lebih berbahaya.

Setiap kontrol selalu diberi obat untuk  mengencerkan darah dan menurunkan kolesterol, tapi hasilnya belum maksimal. Beberapa kali cek kesehatan, kolesterol saya malah di atas 200, bahkan pernah sampai 250. Obat penurun kolesterol belum mempan untuk menurunkan kadarnya. Mungkin juga karena saya tidak disiplin meminumnya. Bukan apa-apa. Obat tersebut membawa efek pusing, sehingga saya hentikan.

Saya berusaha menormalkan kolesterol dengan olahraga dan mengatur pola makan, terutama mengurangi makan gorengan dan lemak. Tanggal 18 Marer 2018 saya cek kolesterol di sebuah klinik. Tes menggunakan alat sederhana, tidak seperti di laboratorium. Meskipun demikian, hasilnya tidak jauh berbeda. Tes itu menunjukkan kolesterol saya 228, masih tinggi.

Keinginan untuk menurunkannya dengan olahraga dan menghindari obat terus menggebu. Sampailah pada informasi tentang daun kelor (moringa oleifera) yang memiliki banyak manfaat. Diantaranya, menurunkan kadar kolesterol dan gula dalam darah. Saya coba untuk meminumnya. Kebetulan saya memiliki daun kelor yang sudah dibuat seperti the celup. Kelor ini saya dapatkan dari istri saya yang membelinya di Parigi-Moutong, Sulawesi Tengah. Sebelumnya saya sudah meminumnya, tapi tidak rutin. 

Selain itu saya juga beli daun kelor yang sudah dikeringkan, saat jalan-jalan ke Yogya.  Cara membuatnya sama seperti teh biasa, baik yang celup maupun yang daun kering. Hanya saja dalam sepekan ini saya meminum kelor dari daun kering. Daun kelor kering dicampur dengan air mendidih. Teh kelor ini saya minum tiap pagi dan malam sebelum tidur.

Minggu pagi 8 April 2018, usai jogging di lapangan Rampal, saya periksa kesehatan. Kebetulan di tempat itu ada mahasiswa kedokteran Universitas Brawijaya yang menggelar cek kesehatan, ukur tensi, kolesterol, gula darah dan asam urat. Hasilnya, kadar kolesterol saya 158, Alhamdulillah. Ukuran normalnya di bawah 200. Cara menormalkan kolesterol ternyata sederhana, rutin minum teh daun kelor. Tapi juga jangan lupa hindari gorengan, lemak dan yang tak kalah penting olahraga. (*)

 

Pewarta :
Editor : Husnun Djuraid
Sumber :

Komentar Anda