Mudahnya Mengurus Perpanjangan STNK dan Ganti Plat (4-Habis)

Pencetakan plat nomor di Samsat Polres Sleman. (Foto: CoWasJP)

COWASJP.COM – Mengapa biro jasa meminta saya sendiri dan tidak menyarankan istri saya yang mengurus? Mengapa saya disarankan berangkat pagi-pagi ke kantor Samsat? Mengapa biro jasa menolak "rezeki" ?

Semua pertanyaan tersebut terjawab begitu saya mengurus sendiri pergantian STNK dan plat nomor lima tahunan ini. Untuk pertanyaan mengapa istri saya disarankan untuk tidak mengurus ke Samsat ini jawabannya.

BACA JUGA: Mudahnya Mengurus Perpanjangan STNK dan Ganti Plat

Motor saya termasuk "motor tua" yang untuk menemukan posisi nomor rangka (noka) harus membongkar penutup dan plat nomor depan. Cukup merepotkan. Perlu obeng dan kunci T untuk membuka sekrup-sekrup yang ada.

BACA JUGA: Mudahnya Mengurus Perpanjangan STNK dan Ganti Plat (2)

Ada seorang ibu yang terpaksa "dilewati" antrean gesekan noka-nya karena tidak bisa membuka panel penutup yang menghalangi lokasi noka. Banyak yang mencoba membantu, tapi sekrupya sulit dibuka. "Kalau belum bisa nanti saja saya bantu kalau selesai yang lain," ujar petugas.

Itu artinya siapapun yang belum "menyiapkan" nomor rangka (noka) dan nomor mesin (nosin) terjangkau petugas, harus menunggu petugas cek fisik tersebut menyelesaikan tugasnya. Padahal sehari rata-rata mereka mengerjakan 300 pemohon. Atau jika sesuai jadwal layanan, selesai pukul 11.00. 

BACA JUGA: Mudahnya Mengurus Perpanjangan STNK dan Ganti Plat (3)

Kenapa harus berangkat pagi-pagi? Ya karena selalu banyak antrean setiap harinya. Antrean terdepan akan selesai duluan. Dan tidak perlu menunggu lama. Pengalaman kemarin, waktu terlama adalah menunggu cek fisik atau penggesekan noka dan nosin. Apalagi antrean saya nomor 50.

pencetak-plat1.jpg

Saat ngobrol dengan satu petugas di Kantor Samsat ini, terungkap sejumlah kekurangan dari layanan mereka. Salah satunya soal kurangnya personel atau SDM. "Seperti untuk pengecekan fisik ini. Untuk 300 pemohon, baik untuk motor maupun mobil, hanya dua atau tiga petugas. Sehingga antreannya lama," katanya.

Kekurangan personel tersebut berkaitan dengan anggaran. Saat evaluasi internal, katanya, hal tersebut sudah dibahas. Namun, belum bisa direalisasikan tambahan petugas cek fisik ini. Sehingga pemohon harus sabar menunggu antrean.

Untuk antrean layanan lainnya semuanya berjalan cepat. Antrean bahkan bisa dipantau lewat Android dengan aplikasi "Antrian Q". 

Antrean bayar di loket setelah pengesahan cek fisik sangat cepat. Apalagi jika sudah siap dengan uang pas Rp 160 ribu. Serahkan berkas, bayar, dan kita dapat isian formulir untuk loket berikutnya. Begitu seterusnya.

Waktu menunggu agak lama selanjutnya di pengambilan plat nomor. Mungkin ini berkaitan dengan proses pencetakan plat nomor yang langsung dikerjakan saat itu juga.

pencetak-plat1.jpg

"Mungkin bisa lebih cepat jika plat nomor sudah dicetak dulu. Toh pasti pemilik akan mengambilnya. Bukankah sudah ada kepastian nomor ini akan habis tanggal ini bulan ini," ujar seorang bapak yang menunggu antrean pengambilan plat nomor.

Masukan yang menarik untuk meningkatkan layanan. Kendati secara umum proses pengurusan STNK dan pergantian plat nomor lima tahunan saat ini begitu mudah. Semuanya transparan. Berbagai instansi yang terlibat bekerja dengan baik. Bank BRI, Bank BPD DIY, Dinas Pendapatan Daerah, Kepolisian dan lainnya bekerja dalam satu kordinasi yang baik.

Maka sebutan Kantor Samsat pun menemukan relevansinya. Karena Samsat adalah Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap. 

Kini mengurus perpanjangan STNK dan pergantian plat nomor lima tahunan pun begitu mudah. Begitu pula untuk pajak kendaraan tahunan. Di kantor Samsat ini ada Drive Thru untuk pengurusan pajak tahunan kendaraan bermotor.

CEK-FISIK3935fa.jpg

Pelajaran dari kejadian ini adalah ternyata kita tidak perlu calo dan mungkin juga tidak perlu biro jasa untuk pengurusan perpanjangan STNK dan pergantian plat nomor lima tahunan ini. Semuanya gampang dan cepat.

Semoga hal ini bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan layanannya. Sehingga Program “Promoter” yaitu Profesional, Modern dan Terpercaya dari Kepolisian Republik Indonesia bukan sekadar slogan semata. (*)

Pewarta :
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda