Mudahnya Mengurus Perpanjangan STNK dan Ganti Plat (3)

Petugas cek fisik menggesek nomor rangka yang tersembunyi di bawah lampu depan.

COWASJP.COM – Usai mendapat penjelasan dari petugas, para pengantre kembali ke motornya masing-masing. Petugas "penggesek" nomor rangka (noka) dan nomor mesin (nosin) pun beraksi. 

Ada tiga petugas. Mereka masing-masing menenteng ember bekas tempat cat yang berisi "alat tempur penggesekan." Ada pensil, kertas stiker tempat "menyalin" noka dan nosin, formulir dan obeng maupun kunci T.

BACA JUGA: Mudahnya Mengurus Perpanjangan STNK dan Ganti Plat (2)

Mereka pun "berteriak" menyebut nomor urut antrean. Kemudian mendekat ke tempat yang menyahut sesuai nomor antrean yang mereka sebut. Dengan sigap masing-masing menggesek noka dan nosin. 

Untuk motor keluaran baru, tidak sulit menemukan posisi noka dan nosin itu. Maka, set set set.... gesekan noka dan nosin itu pun ditempel di formulir yang dibawanya. Butuh waktu dua menitan. Apalagi untuk pemilik kendaraan yang sudah membantu dengan membuka jok atau sadelnya terlebih dulu.

CEK-FISIK1.jpg

Untuk kendaraan tua, petugas akan melewatinya jika pemilik kendaraan belum membuka "penghalang" posisi nomor rangka. Misalnya ada noka yang terletak di stang depan yang tertutup kap lampu depan dan plat nomor. Atau nosin yang berada di bawah penutup mesin. 

"Mohon maaf karena keterbatasan tenaga serta panjangnya antrean, kami mendahulukan yang sudah siap digesek. Yang nokanya dan nosinnya tersembunyi tolong kami dibantu," ujar petugas penggesek.

Saya pun meminjam obeng dan kunci T yang dibawa seorang petugas untuk membuka penutup depan. Noka motor saya ternyata "bersembunyi" di bawah stang. Saya sempat terlewati satu nomor antrean. Tapi begitu sudah terbuka, petugas pun langsung mengeksekusi. Sek esek esek.... penggesekan pun selesai. Dan tanpa membayar untuk jasa tersebut.

"Silakan diisi formulirnya. Dan langsung ke loket pengesahan cek fisik." Ujar petugas untuk mereka yang plat nomornya biasa.

CEK-FISIK2.jpg

"Setelah diisi formulirnya, silakan ke bagian rekomendasi nomor dulu Pak! Baru nanti ke loket pembayaran. Karena ini plat nomornya khusus," kata petugas gesek noka nosin itu sesuai menggesek motor saya.

Plat nomor saya memang khusus. Menggunakan angka 2 berjejer empat. Dengan huruf belakang JN. Plat tersebut untuk menandai bahwa motor ini adalah hadiah kedua JN (Juara Nulis). Atau hadiah kedua Juara Nasional. 

Saya pun menurut arahan petugas. Dan sat set sat set. Begitu berkas diisi. Dicek. Ok. Dikembalikan ke pemohon. Dibawa ke loket selanjutnya. Membayar pembuatan plat nomor dan STNK Rp 160 ribu. Mendapat formulir. Isi lagi. Bawa ke lantai satu. Antre registrasi pajak.

Jika lantai bawah, loket layanan menyatu dengan "tempat parkir" kendaraan cek fisik, maka lantai I merupakan ruang ber-AC yang nyaman. Antre registrasi cek berkas pun computerized. 

Begitu serahkan berkas yang sudah difoto-kopi dan bukti pembayaran STNK dan plat nomor, pemohon akan mendapat nomor urut. Kali ini antrean untuk membayar pajak. Campur dengan pemohon perpanjangan STNK tahunan. Jika antrean cek fisik nomor 50, di sini saya mendapat nomor A 208. 

CEK-FISIK3.jpg

Kendati begitu, proses di lantai ini, di ruangan yang ber-AC ini, tak lebih dari 15 menit. Sebentar duduk di kursi tunggu sudah dipanggil ke konter I. Ini konter pembayaran pajak. 

Ada empat petugas di konter ini. Pertama penerima berkas yang bertugas menghitung dan menyebutkan pajak yang harus dibayar. Kedua, petugas yang memverifikasi berkas. Ketiga, petugas dari Bank BPD DIY yang menerima pembayaran pajak dan keempat petugas pencetak STNK dan Surat Ketetapan Pajak. 

Untuk kendaraan tahun 2008, saya diminta membayar Rp 192.500 plus iuran PMI sebesar Rp 3.000. Begitu membayar, STNK pun kita dapatkan.

Usai dari konter di lantai I ini, kita kembali turun ke loket pencetakan plat nomor. Menyerahkan foto kopi STNK dan menunggu sekitar 15-20 menit. Maka jadilah plat nomor kita. Plat nomor yang dibuat di tempat itu. Pembuatannya pun bisa kita lihat dari kaca pintu. (Bersambung)

Pewarta :
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda