Geliat Kembali PSP di Candi Penataran

Bupati Blitar Saat memberi pengarahan. (Foto: Istimewa)

COWASJP.COM – Malam itu cuaca sangat terang. Meski, sejak pagi hingga siang wilayah Blitar diguyur hujan. Sehingga saat acara pergelaran Purnama Seruling Penataran( PSP) di Candi Penataran Nglegok Blitar (31 Maret 2018) bisa berjalan sukses.

Suara merdu Rampak Cilempung dan Karinding dari Sunda terus bertalu-talu. Mengiringi gemulainya sang penari yang ambil bagian dalam pentas spektakuler malam itu. Tepuk tangan bergemuruh sebagai tanda aplaus kepuasan penonton. Cahaya lighting warna-warni menambah maraknya penyajian.

Ini geliat kembali Purnama Seruling Penataran( PSP)  di  Candi Penataran Nglegok Blitar, setelah setahun lebih tidak pentas. Kini menggeliat kembali.

“Alhamdulillah, cuaca sangat mendukung acara pada malam ini,’’ ungkap Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Blitar, Wima Brahmantya  di tengah-tengah acara.

Ia menjelaskan bahwa Purnama Seruling Penataran kali ini akan tetap mengusung format pakem yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Yaitu akan menampilkan seniman lokal Blitar, seniman nasional, seniman internasional, dan ditutup oleh sajian penampilan dari Dewan Kesenian Kabupaten Blitar.

seruling-jaran.jpg

“Purnama Seruling Penataran edisi kali ini dengan tema Kidung Wuyung Sang Apanji,’’ jelas putra sulung mantan Bupati Blitar, Herry Noegroho. 

Dalam ceritanya, lanjut Wima, tergambarkan kerinduan Panji Asmorobangun dan Dewi Candrakirana.  Pada kegiatan PSP ini juga menampilkan Dadak Merak Joko Suro dari Blitar, Rampak Cilempung dan Karinding dari Sunda, Christian Mejia dari Kostarika, Mallena Matos dari Argentina, Spesial perform Dewan Kesenian Kabupaten Blitar, dan 1.000 barong-barong Nusantara seperti dari Ponorogo, Tulungagung, Banyuwangi, hingga Kalimantan Selatan.

Ia menjelaskan, Purnama Seruling Penataran adalah salah satu event internasional yang menjadi kebanggaan masyarakat Blitar. Selain karena ditampilkan langsung di pelataran Candi Penataran yang notabene dibangun pada tiga zaman kerajaan Nusantara, yaitu Kediri, Singosari, dan Majapahit, event ini juga dapat menghidupkan kembali suasana kerajaan-kerajaan di zaman keemasan Nusantara.

gambang.jpg

Harapannya, para penikmat PSP seakan kembali ke dalam sejarah kebesaran Nusantara. “Semangat PSP juga untuk mengolaborasikan kesenian dari seluruh belahan dunia di Blitar. Ini wujud penggambaran dari panggung persaudaraan dan perdamaian dunia,’’ tambah Wima.

Sementara Bupati Blitar, Drs. H. Rijanto, MM memberikan apresiasi terkait suksesnya pergelaran Purnama Seruling Penataran (PSP) di  Candi Penataran, Kabupaten Blitar, Sabtu 31 Maret 2018 malam itu.  Mengingat, hampir satu tahun kegiatan ini  tidak terselenggara.  Harapannya, kegiatan ini bisa kontinyu, karena merupakan salah satu seni budaya yang dapat menarik animo wisatawan untuk menikmatinya.“ Kami sangat berharap agar selalu menjaga peninggalan sejarah, misalnya dengan turut merawatnya,’’ harap bupati.(*)

Pewarta : Imam Kusnin Ahmad
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda