Wamenlu Lepas 70 Mubaligh Anak Mualimin ke Jepang dan Negara Asean

Foto-Foto: Habib Chirzin

COWASJP.COM – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Republik Indonesia Dr. Abdurrahman Mohammad Fachir secara simbolis melepas 70 anak Muballigh Hijrah dari Mualimin dan Mualimat Yogyakarta. Para mubaligh anak ini akan dikirim ke Malaysia, Thailand, Kamboja dan Jepang, selama Ramadlan nanti.

Pelepasan mubaligh anak tersebut dilakukan usai Wamenlu menjadi pembicara pada Studium Generale tentang " Diplomasi dan Hubungan Internasional".

Wamenlu diterima oleh Ustadz H. Aly Aulia, Lc. M.Hum selaku Direktur Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta bersama Direksi Muallimin, para guru dan perwakilan siswa. Juga hadir anggota Badan Pembina Harian (BPH) Muallimin Muallimat Muhammadiyah Dr (HC) Habib Chirzin dan Prof. Dr. Sangidu dari Departemen Kajian Timur Tengah UGM.

wamenlu2.jpg

Menurut Habib Chirzin momentum kunjungan Wamenlu sangat tepat. Yakni menjelang Milad Muallimin seabad. "Semoga memasuki abad ke-2 usianya, Muallimin dan Muallimat semakin meningkat kualitasnya," ujar Habib Chirzin yang juga anggota Dewan Penasehat ICMI DIY.

Dalam kesempatan berbincang dengan Wamenlu, Habib Chirzin juga menyampaikan bahwa memasuki abad kedua, Muallimin harus mengembangkan 'International competence". Yakni termasuk penguasaan bahasa-bahasa asing, komunikasi, soft dan smart diplomacy.

wamenlu1.jpg

Habib Chirzin menambahkan betapa besarnya peran Muallimin ini dalam perjuangan bangsa Indonesia. Dan hal itu diakui oleh negara. "Dari 16 direktur Muallimin, Alhamdulillah 3 orang mendapat gelar Pahlawan Nasional yakni KH A Dahlan KH Mas Mansyur dan Prof. Abdul Kahar Muzakkir (masih dalam proses usulan, Red)," tegas Habib Chirzin.

KH Mas Mansyur adalah salah satu dari Empat Serangkai bersama Bung Karno, Bung Hatta dan Ki Hadjar Dewantara, tokoh Indonesia, pada masa pendudukan Jepang. Sedangkan Prof. Abdul Kahar Muzakkir termasuk yang memperjuangkan pengakuan kemerdekaan RI di Mesir dan Timur Tengah pada umumnya, pada awal kemerdekaan. Juga anggota Badan Penyelidik Usaha- usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. (*)

Pewarta :
Editor : Erwan Widyarto
Sumber :

Komentar Anda