Kreativitas Memanfaatkan Solar Panel (1)

Walau Berpanel, Tetap Onthel

Becak berpanel solar (matahari). (Foto: CoWas)

COWASJP.COM – Sepeda itu akhirnya selesai disulap menjadi becak. Ukurannya mini. Lebih kecil dibanding becak biasa. Hanya cukup untuk dua penumpang anak-anak. Atau satu orang dewasa. 

Becak itu memang bukan dirancang untuk mengangkut penumpang. Bengkel menyulap sepeda itu menjadi becak untuk berjualan es keliling. 

Meski fungsinya sama, becak es tersebut berbeda dengan becak pada umumnya. Sebab, becak itu dilengkapi dengan sumber tenaga listrik tenaga surya.

Becak listrikkah? Ternyata bukan. Becak itu tetaplah becak onthel. Becak bertenaga nasi uduk dan sambal. 

Panel surya hanya digunakan untuk menghasilkan listrik, untuk menjaga agar suhu di dalam cooler box tetap rendah dan stabil.

Tanpa sumber energi listrik, cooler box harus diberi dry ice atau es kering. Dry ice itu dibeli di agen-agen. 

Pemanfaatan tenaga matahari untuk cooler box sebenarnya sudah lazim di luar negeri. Di India, misalnya. Di sana, pedagang es keliling dengan becak berkap solar panel sudah menjadi pemandangan biasa.

es-lilin.jpg

Di Indonesia, becak semacam itu memang belum banyak. Sudah ada yang membuat. Tetapi jumlahnya masih sangat sedikit.

Sejak pemerintah mencabut subsidi listrik, minat masyarakat untuk memiliki sumber energi surya meningkat. Terutama, mereka yang berkutat dalam usaha kecil dan sangat memerlukan listrik murah.

Sudah saatnya lembaga pembiayaan menangkap fenomena ini menjadi peluang. Pemakaian solar panel membuat pedagang es keliling tidak perlu membeli es kering setiap hari. 

‘’Lembaga keuangan bisa menghitung berapa pengeluaran yang bisa dihemat? Berapa keuntungan tambahan yang diperoleh. Kemudian dicarikan skema agar penghematan itu bisa digunakan untuk membayar cicilan,’’ kata Paulus, direktur PT ATW Sejahtera, ATPM solar panel REC Norwegia untuk Indonesia. 

Untuk kredit usaha rakyat, pembiayaan becak berpanel surya sebenarnya sangat menarik. Sebab, pasarnya besar. Ada ribuan gerobak sejenis di seluruh Indonesia. Sebagian di antaranya perlu dimodifikasi dengan tenaga surya. (bersambung)

Pewarta : Joko Intarto
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda