Merancang Solusi Tanpa PLN (1)

Klinik Lapangan Bertenaga Surya

COWASJP.COMSudah dua minggu ini saya mendalami bisnis solar cell. Kesimpulan saya: solar cell atau panel surya ditambah converter bisa disederhanakan menjadi ‘’genset tenaga sinar matahari.’’ Solusi apa saja yang bisa diberikan? Ikuti tulisan saya mulai hari ini.

***

Ini memang baru gagasan. Tapi tidak sulit mewujudkannya. Sebuah klinik lapangan untuk penanganan bencana dengan sumber energi surya.

Ide ini berangkat dari berbagai cerita tentang kesulitan dalam penanganan bencana. Begitu musibah terjadi, jaringan PLN terganggu. Mungkin putus, aliran listrik PLN pun mati.

Padahal, banyak korban yang harus ditangani. Yang sakit. Yang luka. Mereka butuh klinik dan jasa medik.

Celakanya, banyak peralatan medis modern yang dijalankan dengan energi listrik. Kalau listrik mati? Alat-alatnya juga mati. Tidak bisa berfungsi.

Pakai genset? Bisa. Tapi tahan berapa lama? Bagaimana suplai BBM-nya kalau habis? Bagaimana kalau jalur transportasi terputus? Terisolasi?

Banjir di Sumbawa Barat tahun lalu, misalnya. Melumpuhkan sebagian besar wilayah kota hingga dua minggu. Bahkan lebih. Listrik mati. Layanan rumah sakit terhenti. Tidak ada jalur komunikasi. 

Berangkat dari kondisi itulah, saya membuka diskusi dengan Paulus dan Victor dari PT ATW Sejahtera, ATPM panel surya dari Finlandia yang dikenal sebagai pabrik panel surya terbesar dan tertua di dunia. ''Bisa nggak kita bikin klinik seperti ini?'' tanya saya.

''Bisa!'' jawab Paulus dan Victor hampir serempak.

Next week, kami akan melanjutkan diskusi dengan merancang desain tekniknya, agar segera diketahui berapa harga paketnya. Sudah banyak lembaga penanganan bencana yang menunggu rincian harganya.(bersambung)

Pewarta : Joko Intarto
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda