Upaya Memutus Sejarah Kelam Sunda-Jawa

Foto-foto: Istimewa

COWASJP.COM – Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X bersama Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo, S.H, M.Hum. dan Gubernur Jawa Barat Dr. (H.C.) H. Ahmad Heryawan, Lc., M.Si. menghadiri acara Harmoni Budaya Sunda Jawa yang diselenggarakan di Bumi Resort, Surabaya pada Selasa (06/03) pagi.

Dalam acara ini juga diresmikan nama jalan Prabu Siliwangi dan Jalan Pasundan di Surabaya dengan didahului orasi budaya dari tiga gubernur.

Dalam orasinya, Gubernur DIY mengungkapkan bahwa peresmian nama jalan ini dimaksudkan untuk memutus sejarah kelam 661 tahun lalu atas Tragedi Bubat yang meretakkan hubungan antara etnik Sunda dengan Jawa.

gubernur-yogja1.jpg

"Berkaitan dengan itu, di DIY juga telah dilakukan peletakan nama Jalan Siliwangi, Pajajaran dan Majapahit menjadi satu kesatuan menerus dalam satu jalur dari ruas simpang Pelemgurih ke Jombor, diteruskan sampai di simpang tiga Maguwoharjo, dan dilanjutkan lagi hingga simpang Jalan Wonosari.", imbuh Sri Sultan.

Sebagai bentuk kegiatan seri kedua, pada hari ini juga dilakukan penamaan jalan Prabu Siliwangi dan jalan Pasundan di Kota Pahlawan Surabaya. Penamaan jalan ini merupakan upaya memutus dendam sejarah menuju rekonsiliasi budaya yang dulu diwariskan dari generasi ke generasi kedua etnik.

Ngarsa Dalem menambahkan, penamaan jalan adalah bagian dari pembangunan arsitektur-urban, dan pembentukan identitas sebagai 'tetenger' yang memiliki daya hidup sehingga mampu dikenal sepanjang zaman, karena mengakar dari dan pada struktur sosial, ekonomi, serta budaya masyarakat. Sehingga harapannya, agar penamaan jalan hari ini menjadi tonggak awal sejarah baru rekonsiliasi etnik Sunda-Jawa.

GUBERNUR-JOGJA2.jpg

"Dengan penamaan jalan ini, semoga kehadiran para Gubernur sebagai representasi rakyat Sunda di Jawa Barat dan rakyat Jawa di Jawa Timur di mana Tragedi Bubat berlangsung, secara kultural bisa memulihkan kembali tali persaudaraan sebagai satu bangsa Indonesia yang bermartabat. Karena, dalam agama apa pun kita tidak pernah mengenal adanya dosa turunan. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa berkenan menunjukkan jalan lurus-Nya, sehingga kita menjadi lebih utuh sebagai satu bangsa.", pungkas gubernur DIY. (*)

Pewarta :
Editor : Erwan Widyarto
Sumber : Humas Pemda DIY

Komentar Anda