Menikmati Stand Up di Udara

Ilustrasi: Pramugara Citilink yang kocak.(Foto: Mulpix)

COWASJP.COM – Suntuk saya mendadak lenyap. Announcer Citilink itu penyebabnya. Tidak hanya saya. Penumpang yang lain pun sama. Sebentar-sebentar penumpang Jakarta -  Surabaya itu tertawa.

Humor di dalam kabin pesawat itu benar-benar mengocok perut. Apalagi, disampaikan pada sesi pengumuman memberi petunjuk keselamatan penumpang. Sesi yang tidak menarik perhatian. Kecuali, pramugarinya.

Setelah membaca pantun seperti biasa, announcer memperkenalkan dua pramugari yang menjadi pemeraga. "Dua pramugari kami sama-sama bernama Maudi. Pertama Maudi Kusnaedi, kedua Maudi Nikahi Secepatnya." 

Penumpang pun langsung gerrrr...

Ketika menjelaskan jalur evakuasi darurat, announcer kembali membanyol. "Dalam keadaan darurat lampu pada lantai akan menandu Anda menuju pintu pelaminan..."

Lagi-lagi penumpang tertawa.

Sewaktu menjelaskan masker oksigen dalam kondisi darurat, lagi-lagi announcer membuat terpingkal-pingkal. "Bila tekanan udara berubah tiba-tiba, masker oksigen akan turun dari tempatnya. Jangan berebut karena yang tiketnya sudah lunas pasti kebagian..."

Untuk evakuasi dalam keadaan darurat, announcer juga mengingatkan agar penumpang tidak keluar melalui jendela. "Jendelanya sempit. Keluarlah melalui pintu darurat yang ada di bagian kiri dan kanan pesawat," katanya yang disusul gelak tawa.

Akhirnya, announcer mengingatkan agar tidak ada yang merokok di dalam pesawat karena Citilink adalah penerbangan bebas asap rokok. "Bagi yang masih ingin merokok, dipersilakan merokok di luar pesawat..."

Pesawat pun take off. Saya kira stand up sudah selesai. Sebab announcer tak pernah menyiarkan pengumuman dengan gaya kocak lagi.

Ternyata dugaan saya meleset. Saat mendarat, dia kembali membuat tawa penumpang. "Selamat datang di Bandara Internasional Juanda. Harap tidak mengaktifkan handphone sampai tiba di terminal. Yang sudah mengaktifkan handphone ketahuan kalau baru sekali ini naik pesawat udara." 

Penumpang pun tertawa.

"Bagi penumpang yang akan melanjutkan penerbangan dipersilakan melapor ke petugas pasasi. Jangan lapor di kantor kelurahan. Apalagi kantor polisi."

Saya tidak tahu apakah sesi petunjuk keselamatan boleh disampaikan dengan joke-joke seperti itu. Tapi menurut saya, yang dilakukan announcer Citilink itu keren. Sebuah terobosan. 

Tidak ada gunanya petunjuk keselamatan disampaikan kepada penumpang yang tidak perhatian. Bahkan mungkin sudah tidur. Dengan joke-joke yang segar, rasanya benar-benar beda. Seperti menonton stand up komedi di udara. (Joko Intarto)

Pewarta : Joko Intarto
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda