Geliat PT Astana Shoga Asia (2)

Lampu Hijau Tiga Komoditi

Mr David meneliti Alpukat di daerah Kediri. (Foto: CoWasJP)

COWASJP.COMHARI ketiga perjalanan bersama Mr David, buyer asal Singapura, makin mengasyikkan. Dari informasi yang dikantongi tim survey PT Astana Shoga Asia, di daerah Kediri ada yang mengembangkan tanaman labu madu. 

Hasil penelusuran kami, tanaman labu madu ditanam di daerah Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Itulah sebabnya ada sedikit perubahan jadwal di hari ketiga bersama buyer Singapura. Yakni penambahan objek survei ke area budidaya labu madu alias butternuts

labu.jpgMr David saat meneliti labu madu kediri kualitas eksport

Di Kecamatan Ngasem ada beberapa titik budidaya labu madu yang menjadi tempat wisata. Menurut Vita, salah seorang petani labu madu, hasil panen biasanya dikirim ke Bali dan Jakarta. "Labu madu ini setelah dipanen bisa tahan sekitar enam bulan," ungkapnya kepada tim survey PT Astana Shoga Asia.

Usai mendapatkan beragam informasi komplet tentang labu madu, kami pun segera meluncur ke Blitar untuk survey buah blimbing dan alpukat. Tujuan pertama kami adalah agrowisata blimbing yang ada di Karangsari. Kami sengaja memilih tempat yang menjadi sentral blimbing di Karangsari. 

manggis.jpg

Informasi yang kami dapatkan, kebun blimbing Karangsari mampu melayani (pembelian) dalam jumlah besar. Luas kebunnya mencapai 25 hektare, per minggu kebun ini mampu menghasilkan 12 ton blimbing. "Wow...is amazing. I think the land is college from many people in here," kata si buyer. 

Sambil melihat kebun blimbing, kami juga menguji rasanya. Berdiskusi tentang spek blimbing yang bisa dikirim ke Singapura. Termasuk tentang teknik pengemasan hingga pengiriman kontainernya. Dari kebun blimbing ini, kami bergeser sedikit untuk berdiskusi tentang alpukat dengan teman lama di Blitar. Namanya Doni.

Di tempat Doni, selain menggali informasi alpukat, kami juga bertanya tentang potensi blimbing di Blitar. Karena di rumah temannya juga menanam sekitar 200 pohon blimbing. "Kalau untuk blimbing, kami siap bantu sepenuhnya," ujarnya. 

lahan-kentang-di-bromo.jpg

Bagaimana dengan alpukatnya? Menurut Doni, untuk saat ini memang agak sulit. Per hari biasanya dia mendapatkan 1,5 ton alpukat. "Intinya, kami siap membantu untuk memenuhi pasokan yang dibutuhkan," tutur Doni yang dulu sempat ekspor jahe gajah bersama tim PT Astana Shoga Asia. 

Saat maghrib semua sudah komplet. Baik labu madu, blimbing dan alpukat telah kami kantongi beragam informasinya. Kami pun bergerak untuk kembali ke basecamp di Kertosono. Malam ini, kami kembali istirahat di Kertosono. Karena besok pagi, jadwal kami melihat kebun manggis di daerah Kediri. Ingin tahu serunya seperti apa? (Bersambung​)

Pewarta : Timur Pradopo
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda