Geliat PT Astana Shoga Asia (1)

Buyer Singapura Terpikat Komoditi Jatim

Mr David, buyer dari Singapura melihat bawang merah di pasar Sukomoro, Nganjuk. (Foto: CoWasJP)

COWASJP.COMBUYER asal Singapura itu bernama Mr David. Dia ingin melihat komoditi potensial di Nganjuk dan di Jawa Timur (Jatim). Alhamdulillah program kunjungannya berjalan lancar. 

Start dari Bandara Juanda Surabaya, buyer Singapura itu langsung turun ke Pasar Sukomoro untuk melihat potensi bawang merah. Tim survei PT Astana Shoga Asia juga mengawalnya ke tempat budidaya dan pengeringan bawang merah. Di Sukomoro kami juga menjumpai para petani yang tengah panen sayur sawi. "It's good comodity. We can try to sell in Singapura," ucap si buyer. 

Selesai dari Sukomoro kami mampir ke Pondok Al Barokah di Patianrowo. Pondok milik Pak Harmoko, mantan Menteri Penerangan era Presiden Soeharto. Mengapa ke situ? Sebab di situ banyak tanaman buah blimbing. "I think the taste is good. Maybe we can find how to send star fruit to Singapore," kata David.  

sawi.jpgBuyer melihat panen sawi hijau di Sukomoro, Nganjuk

Usai melihat komoditi potensial di Nganjuk, kami langsung meluncur ke Malang. Ini sebagai persiapan untuk mengunjungi tempat budidaya kentang dan kubis besok pagi.

Perjalanan hari ini (9 Februari 2018) berakhir di Malang. 

Malang Amazing.

Hari kedua bersama buyer Singapura diagendakan untuk fokus pada komoditi asal Batu, Malang. Keluar dari Hotel The Himana Malang sekitar pukul 07.15 Sabtu 10 Februari 2018, tim survei PT Astana Shoga Asia bersama buyer Singapura langsung bergerak menuju Dusun Jurang Kuali, Desa Sumber Brantas, Batu. Di tempat tersebut kami menjumpai Pak Masudi, Ketua Kelompok Tani Papprika. 

foto-4.jpgBuyer melihat potensi Blimbing di Pondoknya Harmoko

Melewati jalanan yang penuh tikungan, akhirnya kami menjumpai budidaya papprika yang dilakukan di green house. Luar biasa...Amazing Mr Masudi. Bukan hanya papprika, Pak Masudi juga tengah melakukan pengembangan butternuts. Bahkan, buyer kami sempat menimbang beratnya butternuts tersebut. Kalau istilah Indonesianya disebut labu madu. 

Usai melihat papprika dan labu madu, kami bergerak menuju tempat budidaya kentang, kubis dan sawi putih. Dalam lawatan kali ini, si buyer hanya ingin tahu seberapa banyak kuantitasya dan seberapa bagus kualitas produksinya. 

sawi-putih.jpg

"For now, I just look how many quantity and what about quality product. It's important to know that product can be export," papar David. 

Puas melihat produk dan melimpahnya tanaman kentang, sawi dan kubis, kami melanjutkan perjalanan ke arah Pacet. Dengan jalanan yang sangat tajam naik turunnya tidak menyurutkan tekad kami untuk melihat potensi tanaman ubi di daerah Pacet. Dari tempat wisata air panas ini kami pun balik ke basecamp di Kertosono, Nganjuk. 

kubis5a66f2.jpgBuyer melihat panen kubis di Malang

Malam itu (10 Februari) kami beristirahat di kota markas PT Astana Shoga Asia. Besok pagi, agenda utamanya melihat potensi alpukat dan blimbing di daerah Blitar. Siapa yang ada di Blitar? Gabung bersama kami menggerakkan market alpukat dan blimbing yuk. Khususnya yang punya kebun sendiri, tambah josss.

SAWI-PUTIH-DI-MALANGc9cdb.jpgBuyer melihat panen sawi putih di Malang

Ikuti terus perjalanan kami. Masih tersisa agenda perjalanan 3 hari ke depen. (Bersambung)

POTENSI-KENTANG-DI-MALANG67d71.jpg Buyer melihat potensi kentang di Malang

Pewarta : Timur Pradopo
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda