Pencetakan Kampung Pala PalaBoo (11)

Pala Bogor, Rendemen Minyak Tertinggi di Dunia

Bersama Walikota Bogor Bima Arya dan istri.

COWASJP.COM – Boleh jadi, Kelurahan Loji ini merupakan Kampung Tematik pertama di Kota Bogor. Selain karena ide yang dimunculkan Arif Novantadi, innovator resep Minuman Relaksasi yang pertama di dunia merek PalaBoo®, juga karena Loji merupakan wahana sejarah kuno Kota Bogor. Kelurahan Loji merupakan wilayah yang terkenal banyak pohon pala terbesar dan penghasil buah pala terbanyak sejak masa penjajahan Belanda. 

Sumber alam kejayaan Loji itu sudah menghilang sekitar tahun 1980-an. Itu sebabnya kini catatan sejarah kuno itu kita bangkitkan lagi. Mengapa? Mutlak karena obsesi terjadinya Revolusi Pala ketiga, bahwa masa jaya Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-7 dan masa jaya Nusantara abad ke-16 karena buah pala itu perlu diulang. Masa kejayaan yang mampu menjayakan masyarakat Republik Indonesia.

Mengawali tahun 2018 ini. bismillahir rohman niiir rohim, Loji akan menjadi Kampung Pala. Kembali mengulang sejarah suksesnya. Walau tidak besar dan menanam pohon palanya tidak banyak, yang penting ada awal terlebih dahulu. Selain bakal hasilnya yang bisa melimpah, penanaman ini juga diharapkan menjadi penghijauan. Rajin menanam konon menjadi bukti mencintai alam semesta. Moga terbebas dari siksa kubur, kelak.

Tanaman pala berumur 25–50 tahun mampu menghasilkan 160 kg buah per-pohon per tahun. Hasil itu terdiri daging buah, biji (22,50 kg), dan fuli (3 kg). Hasil pengamatan dan identifikasi di Pulau Banda, terdapat 1.000 pohon produktif sebagai sumber benih. Tiap pohon diperkirakan mampu menghasilkan 1,6 kg minyak. Bisa menjadi 5.000 botol @Rp 8.000,- = Rp 40.000.000,-. Ada 1.500 pohon. Atau, total = Rp 60.000.000.000,-/tahun.

palaboo11a.jpg

Uniknya, pohon pala lambat membesar, sehingga teduh, nyaman, dan indah ditanam. Pohon pala tergolong kerajaan Plantae, divisi Magnoliophyta, kelas Magnoliopsida, ordo Magnoliales, family Myristicaceae, dan ber-genus Myristica. Dalam bahasa Latin-nya disebut Myristica Fragranz Houtt. 

Berdasarkan hasil analisis proksimat, buah pala mengandung 7,15% minyak. Bila produsen mengolah minyak pala, akan memperoleh 8,05% lemak (mentega), 73,91% komponen terpenoid, dan 18,04% komponen aromatik. Komponen utama dari senyawa aromatik adalah myristicin. Rendemen minyak asiri pada biji tua, yakni umur panen 7 bulan sejak muncul bunga, sekitar 10 – 11%. Jumlah itu lebih tinggi bila menggunakan biji muda, umur panen 3 bulan, 13,07%. Kadar minyak dari fuli  lebih tinggi, rata-rata 21% daripada minyak biji pala.

palaboob.jpg

Bukan  hanya biji yang dapat menghasilkan rupiah. Daging buah yang selama ini terbuang, ternyata bahan potensial untuk manisan, sirop, selai, dan wine. Beragam produk olahan itu berpotensi meningkatkan pendapatan pekebun. Tentunya dengan memperhatikan rantai pemasaran dan kualitas serta kuantitas produk. Oleh karena itu pemerintah pusat dan daerah mesti berperan dalam pengembangan potensi itu.

Contoh dalam seleksi pohon sumber benih untuk pengembangan pala banda. Idealnya hanya pohon sehat dan dewasa, berumur di atas 20 tahun yang layak menjadi sumber benih. Hasil pengamatan dan identifikasi di Pulau Banda, terdapat 1.000 pohon produktif sebagai sumber  benih. Jika setiap pohon menghasilkan 1.000 biji berkualitas per tahun, maka tersedia 8 ton biji setara 1-juta bibit per tahun.

Oleh karena itu Pulau Banda berpotensi menghasilkan 1-miliar bibit per tahun.

Pewarta :
Editor : Arif Novantadi
Sumber :

Komentar Anda