Pencetakan Kampung Pala PalaBoo (7)

Mengenal Lebih Dekat Laznas-BSM

COWASJP.COM – Catatan sejarah yang wajib di-‘daun-lontar’-kan dalam Program pencetakan ‘Kampung Pala’ ini tentunya Lembaga Amal Zakat Nasional Bank Syariah Mandiri (Laznas BSM) dan CV Loji Laju Inovasi, produsen Minuman Relaksasi yang pertama di dunia, merek PalaBoo®. Ide pengembangan muncul dari PalaBoo®, kemudian realisasi dan motor penggerak utamanya kegiatan ini adalah Laznas BSM. Ini sebuah langkah awal sejarah pala revolusi ke-tiga. 

Kita tahu, krisis moneter sejak Agustus 1997, yang disusul dengan krisis politik nasional membawa dampak besar dalam perekonomian nasional. Krisis tersebut telah mengakibatkan perbankan Indonesia yang didominasi bank-bank konvensional mengalami kesulitan sangat parah. Kondisi tersebut menyebabkan Pemerintah Indonesia terpaksa mengambil tindakan untuk merestrukturisasi dan merekapitalisasi sebagian bank-bank di Indonesia.

Lahirnya Undang-Undang No. 10 tahun 1998, tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan, pada bulan November 1998 telah memberi peluang yang sangat baik bagi tumbuhnya bank-bank syariah di Indonesia. Undang-Undang tersebut memungkinkan bank beroperasi sepenuhnya secara syariah atau dengan membuka cabang khusus syariah di berbagai wilayah Indonesia.

PT Bank Mandiri (Persero) selaku pemilik baru mendukung sepenuhnya dan melanjutkan rencana perubahan PT Bank Susila Bakti menjadi bank syariah. Sejalan keinginan PT Bank Mandiri (Persero) untuk membentuk unit syariah. Langkah awal dengan merubah Anggaran Dasar tentang nama PT Bank Susila Bakti menjadi PT Bank Syariah Sakinah berdasarkan Akta Notaris: Ny. Machrani M.S. SH, No. 29 pada tanggal 19 Mei 1999. 

polaboo71.jpgDirektur Utama Bank Syariah Mandiri Saat Dirut BSM minum PalaBoo®.

Kemudian melalui Akta No. 23 tanggal 8 September 1999 Notaris: Sutjipto, SH nama PT Bank Syariah Sakinah Mandiri diubah menjadi PT Bank Syariah Mandiri. Pada 25 Oktober 1999, melalui Surat Keputusan Gubernur Bank Indonesia No. 1/24/KEP. BI/1999 Bank Indonesia memberikan izin perubahan kegiatan usaha konvensional menjadi kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah kepada PT Bank Susila Bakti. 

Selanjutnya dengan Surat Keputusan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia No. 1/1/KEP.DGS/1999 tanggal 25 Oktober 1999, Bank Indonesia menyetujui perubahaan nama PT Bank Susila Bakti menjadi PT Bank Syariah Mandiri. Senin tanggal 25 Rajab 1420 H atau tanggal 1 November 1999 merupakan hari pertama beroperasinya PT Bank Syariah Mandiri.

Kelahiran Bank Syariah Mandiri merupakan buah usaha bersama dari para perintis bank syariah di PT Bank Susila Bakti dan Manajemen PT Bank Mandiri yang memandang pentingnya kehadiran bank syariah dilingkungan PT Bank Mandiri (Persero).

PT Bank Syariah Mandiri hadir sebagai bank yang mengombinasikan idealisme usaha dengan nilai-nilai rohani yang melandasi operasinya. Harmoni antara idealisme usaha dan nilai-nilai rohani inilah yang menjadi salah satu keunggulan PT Bank Syariah Mandiri sebagai alternatif jasa perbankan di Indonesia.

Kini, BSM memiliki 118 ATM Syariah Mandiri, ATM Mandiri 3.746 unit, ATM Bersama 14.758 unit (include ATM Mandiri dan ATM BSM), ATM Prima 10.647 unit dan Malaysia Electronic Payment System (MEPS) 6.505 unit. 

Sedangkan, CV Loji Laju Inovasi merupakan badan usaha yang dibentuk untuk mengembangkan inovasi teknologi pangan. Ini menjawab tantangan agar manusia sehat wal afiat secara sempurna. Itu karena harus mengonsumsi bahan pangan asli dari alam, yang diolah secara alamiah, ilmiah, dan Illahiyah melalui inovasi teknologi. Apalagi, tren dunia soal pangan belakangan sudah menguat kepada hasil alam. Pemerintah Inggris tahun 2016 silam sudah menjadi pelopor dunia dengan menerbitkan Undang-undang ‘back to nature’-nya.

CV Loji Laju Inovasi sudah melangkah lebih maju dan moderen untuk mengimplementasikan inovasi teknologi pangan itu di Indonesia. Bahkan, kelak ke seluruh dunia, diawali dengan program  mencetak ‘Kampung Pala’ bersama Laznas-BSM di Kota Bogor mulai Januari 2018 ini. (*)

Pewarta :
Editor : Arif Novantadi
Sumber :

Komentar Anda