Pencetakan Kampung Pala PalaBoo (6)

Yang Lebih Pasti, Sudah Diawali Laznas-BSM

Bersama Lurah Kel. Loji-Kota Bogor Sukariyawan.

COWASJP.COM – Program pencetakan ‘Kampung Pala’ itu diperhitungkan bakal memiliki catatan sejarah yang kian panjang. Pada dasarnya memang berkisah dari sejarah yang sebenarnya sudah panjang. Pada masa pendudukan Belanda ketika buah pala sengaja ditanam di Sukabumi, penyebaran tanaman pala memang ke arah Bogor terlebih dahulu. Kelurahan Loji ternyata merupakan salah satu wilayah penyebaran yang termasuk awal.

Sesepuh masyarakat Loji, Mamat Acim mengisahkan bahwa betapa kampung Loji di Kota Bogor ini sangat banyak memiliki pohon pala. Sampai-sampai salah satu gang-nya diberikan nama Gang Pala, karena di situ sangat banyak pohon pala. Dari Kampung Loji-lah pada masa lalu banyak saudagar mencari buah pala. Kampung Loji benar-benar pusat produksi buah pala yang menjadi andalan. Loji sudah lama dikenal sebagai produsen buah pala.

Loji sebagai wilayah kelurahan juga tidak berdiri sendiri. Sebelum menjadi sebuah wilayah kelurahan yang merupakan kampung spesifik buah pala, kampung ini masuk di dua wilayah kelurahan. Dua wilayah pemerintahan itu Kelurahan Sindangbarang dan Kelurahan Gunungbatu. Hingga akhirnya terjadi proses pemekaran menjadi sebuah wilayah kelurahan sendiri yang dipimpin seorang Kepala Kelurahan atau Lurah. Menjadi Kelurahan Loji, dengan kode pos Kota Bogor 16117.

Begitu lama usianya, pohon pala di Kampung Loji ini hingga banyak yang sebesar rangkulan dua orang dewasa. Begitu kisah dari Mamat (70 tahun) yang kini menjadi Ketua Rt 02/Rw 11 ini. Satu orang merangkul pohon pala tidak akan mampu sepenuhnya dijangkau. Cerita ini dibenarkan Mimit, 72 tahun, imam Masjid Nurul Iman. Mimit mengisahkan betapa besarnya pohon pala di Loji karena usianya sudah begitu lama. Saat dia lahir, pohon pala sudah ada.

Mengapa ditebangi? ‘’Kalah dengan pembangunan rumah,’’ kata Mimit. Meski nama hampir mirip, antara Mamat dan Mimit, namun mereka bukan saudara sedarah lho. Nama seperti itu sudah biasa terjadi di ranah Sunda. Mereka sudah berusia di atas 70-an, namun kondisi fisiknya masih begitu enerjik, tangguh, dan tegar. Ini sebenarnya rahasia alam. Ya, karena mereka dulunya rajin mengonsumsi buah pala. Koq bisa?

Sudah banyak keterangan, pengakuan, maupun terstimoni seseorang, bahkan banyak orang mengatakan bahwa konsumsi pala itu memang mampu melancarkan metabolisme darah. Saat memiliki sirkulasi darah yang lancar sudah bisa dipastikan jiwa raga sehat wal afiat. Darah yang lancar sudah pasti mampu menggelontor berbagai lemak, kolesterol, maupun ‘kotoran’ lain dalam darah. Kolesterol dalam darah itu penyebab obesitas, diabetes, dan berbagai jenis penyakit yang lain, termasuk tumor dan kanker sekali pun.

polaboo61.jpgBersama anggota DPR Didin MuhidinAnggota DPR Didin Muhidin

Mengonsumsi buah pala toh sudah ada cara cerdasnya. Yakni, konsumsi Minuman Relaksasi yang pertama di dunia, merek PalaBoo®. Ini yang selalu dianjurkan untuk disiplin, rajin, dan rutin minum PalaBoo®. Bukan promosi semata, tapi menunjuk sebuah fakta alamiah dan ilmiah. Ayo buktikan minum PalaBoo®. Untuk membuktikannya perlu threatment, yakni konsumsi rutin PalaBoo® selama 21 hari. Tiap hari minum satu botol saja.

Anda terpikir: apalagi warga kampung di Pulau Ru, Ambon, penghasil buah pala pertama di dunia dan awalnya hanya satu-satunya sumber pala dunia itu? Sudah pasti usia warganya lebih lama? Kondisi tubuh sehat-nya lebih sempurna? Benar. 100 persen fakta. Banyak warga yang usianya lebih dari 100 tahun dan tata kehidupan yang dijalani dengan tubuh sehatnya itu sangat tenteram, damai, dan bahagia. Anda tidak mau seperti itu? Atau, mau seperti apa?

Syukur Alhamdulillah, Lembaga Amil Zakat Nasional Bank Syariah Mandiri sangat peduli kepada PalaBoo®. Ini yang menyebabkan cita-cita Arif Novantadi, mantan wartawan Harian Jawa Pos yang juga innovator resep minuman PalaBoo® ini melaksanakan Revolusi Pala yang Ketiga kian mendekati kenyataan. Sebuah revolusi yang diharapkan terjadi sebagai kebangkitan ketiga sukses dunia yang dialami Indonesia karena buah pala.

Semoga terus bergulir. Semoga ada proses penanaman pohon pala yang semakin banyak di wilayah Kota Bogor. Semoga impian menghasilkan devisa negara setiap tahun triliunan rupiah dari produksi berbasis pohon pala segera terealisasi. Betapa makmurnya Negeri Nusantara berwujud Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Kini, sudah diawali Lembaga Amal Zakat Nasional Bank Syariah Mandiri di Kota Bogor. (*)

Pewarta :
Editor : Arif Novantadi
Sumber :

Komentar Anda