Tingkatkan Layanan, Operator Jip Wisata Lereng Merapi Diberi Pembekalan

Operator jip yang menjadi anggota Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM) diminta untuk meningkatkan pelayanan terhadap wisatawan. Operator paket wisata Lava Tour Merapi itu, kendati menggunakan mobil jip, bukanlah layanan off-road. Melainkan tetap layanan wisata. Sehingga aspek kenyamanan, keselamatan, kenangan, harus diprioritaskan.

Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Bupati Sleman Sri Purnomo dan jajarannya bersama para pelaku wisata di Kaliurang, Jogja. Pertemuan berlangsung Selasa (9/1) malam di Wisma Taman Eden I Kaliurang. 

Bupati Sleman yang hadir beserta Kapolres, Kepala Dinas Pariwisata, Kadinas Perhubungan, memberikan arahan dan pembinaan kepada perwakilan operator Jeep yang menjadi anggota Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM).

Pada kesempatan ini hadir 495 driver maupun pemilik jip wisata dari kurang lebih 700-an anggota asosiasi. Para operator jip dalam paket wisata Lava Tour Merapi ini mendapat pesan-pesan penting dari Bupati, Kapolres maupun Kepala Dinas Pariwisata. Mereka pun menyimak dengan serius.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengingatkan kembali bahwa lava tour adalah kegiatan wisata lava. Bukan kegiatan off road apalagi speed off road. Karena itu, aspek kenyamanan, safety atau keamanan  harus diutamakan. "Jadi, sekiranya mobilnya memang tidak layak, jangan dipaksakan," pesan Sri Purnomo.

Sri Purnomo juga mengingatkan agar semua pelaku wisata, khususnya jip wisata lava tour, selalu membawa nama baik Sleman. Jangan sampai pelayanan wisata yang diberikan di bawah standar dan mencoreng dunia wisata Sleman maupun Yogyakarta.

Kapolres Sleman AKBP Muchamad Firman Lukmanul Hakim juga mengingatkan agar semua pelaku wisata jip mentaati peraturan lalu-lintas yang ada. Kendaraan harus laik jalan, pengemudi harus punya SIM yang masih berlaku, dan mengemudikannya pun dengan baik, tidak ugal-ugalan.

adventure1.jpg

Bersama Dinas Perhubungan, pihak kepolisian juga segera merumuskan membuat SOP keselamatan kendaraan dan berkendara (mobil dan driver).

Kepala Dinas Pariwisata Sleman Sudarningsih menekankan pada upaya mendorong pelaku wisata dan masyarakat dapat melakukan Sapta Pesona. Ketujuh unsur di dalamnya -- aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah dan kenangan-- harus diperhatikan.

"Untuk konteks Wisata Jip Merapi, layanan harus diutamakan untuk menumbuhkan kenangan indah dan membuat wisatawan kangen kembali berwisata ke Sleman. Hal ini harus dapat dicapai dan dipertahankan," tegas Sudarningsih.

Semua pihak diharapkan menjadikan kejadian minggu kemarin yang mengakibatkan wisata Merapi sedikit tercoreng, sebagai pelajaran. Hal tersebut juga disampaikan oleh salah satu Ketua AJWLM Daldiri.

Daldiri meminta kecelakaan jip wisata tersebut menjadi pembelajaran dan introspeksi bagi driver ataupun ketua komunitas masing-masing. "Peristiwa itu mencoreng Jeep Lava Tour di Merapi. Walaupun hanya 1 jip yang mengalami kecelakaan tapi dampaknya menyeluruh bagi jip yang beroprasi di Merapi," ungkap Daldiri.

adventure2.jpg

Oleh karena itu, Daldiri mewanti-wanti agar operator menjaga keselamatan wisatawan dan membawa nama harum operator jip wisata di lereng Merapi. "Untuk standar keselamatan dan kenyamanan wisatawan, saya melalui ketua masing-masing, minta tolong diupayakan jip yang betul-betul ready. Kemudian semua pemandu atau sopir wajib mempunyai SIM yang masih berlaku," tegas Daldiri.

Hal yang sama diamini Sekretaris AJWLM Heribertus Indiantara. Pemilik Omah Jawi ini menilai kecelakaan pekan lalu murni human error. Karena, semua operator wisata jip Merapi sudah memiliki SOP (Standard Operation Procedure).

Menurut Heri, belakangan banyak yang tidak menaati SOP itu termasuk menggunakan peralatan keselamatan. Atau menaati batasan jumlah penumpang maksimal 4 orang per jip. "Seringkali justru penumpang yang nggak mau menggunakan dan mendesak jip dipenuhi dengan enam penumpang. Nah, ini yang kembali kita ingatkan. Operator harus taat dan meminta penumpang juga taat prosedur sebagaimana di awal-awal beroperasi dulu," pungkas Heri.

Guna meneguhkan komitmen, menurut Heri, para operator jip wisata dan dinas-dinas terkait, akan kembali bertemu dalam waktu dekat. Prinsipnya, para pengelola jip wisata di Merapi siap meningkatkan standar pelayanan terhadap wisatawan. (*)

Avatar
Jon Sukma1457 posts

REDAKSI COWAS JP

Berita Terkait
Komentar