Jakarta dan Peradaban yang Lebih Now

ILSUTRASI: Kereta Bandara (Foto: Radar Bogor) ILSUTRASI: Kereta Bandara (Foto: Radar Bogor)

PELAN, ini pakai banget ya, tapi pasti saya koq optimistis peradaban di Kota Jakarta akan semakin now. Dimulai dari kereta bandara yang baru beroperasi belum genap sebulan. Kepo dengan modal transportasi yang lagi nge-hitz di sosial media, akhirnya saya pun berkesempatan mencoba kereta bandara tersebut, Kamis (11/1) siang ini.

Mendarat dari Jogja dengan GA 205 jam 11.00 siang (touch down), jam 11.30 pesawat sampai apron paling ujung (gate 20-an), dan jalan kaki mencapai hall kedatangan Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta (CGK), perjalanan dengan KA bandara pun dimulai. Dari lobi kedatangan, naik eskalator satu lantai, kita menunggu SkyTrain yang menghubungkan tiga terminal berbeda di CGK.

Dengan SkyTrain kita turun di Stasiun Bandara, atau stasiun pemberhentian ketiga (setelah T3 dan T2). Proses ini (termasuk menunggu kedatangan SkyTrain memakan waktu 15 menit). Keluar kereta, akan mudah menemukan petunjuk menuju stasiun KA Bandara (Rail Link).

Jam 12.15 sampai di mesin pembelian tiket (pembelian tiket di sini hanya non tunai) dan disambut mbak petugas yang ramah.

"Kereta berikutnya jam 14.10 ya Pak, kereta yang jam 12 baru berangkat," katanya sambil tersenyum.

"Lho KA-nya dua jam sekali?" tanya saya kepo.

"Sebetulnya setiap jam, kecuali setelah yang jam 12 siang, pemberangkatan berikutnya jam 2 siang," katanya.

Alamak, menunggu dua jam. Tapi mumpung tidak ada agenda mendesak hari itu, tiket seharga Rp 70.000 itu pun saya beli dengan cara debit kartu ATM.

"Bapak bisa jalan-jalan dulu ke Terminal 2 atau 3, nanti jam 13.30 diharapkan sudah di sini ya Pak."

Saya hanya mringis, sebelumnya akhirnya membuang waktu di Stasiun KA Bandara dengan menikmati bakso dan menjajal wifi di sana. Tapi karena lemot, komunikasi digital kembali dilakukan dengan sinyal 4G milik sendiri.

kang-tofan.jpg

Siang itu, saya hitung, sekitar 30-an orang saja yang tampak menunggu KA. Sebagian di antaranya WN asing dan traveler Iokal yang mungkin kepo naik KA Bandara. Jam 13.50 KA Bandara pun tiba.

Yang agak unik, proses menurunkan dan menaikkan penumpang harus dilakukan secara bergantian, karena akses keluar masuknya sama. Jam 14.10 pun kereta bandara memulai perjalanannya ke Stasiun Sudirman Baru (BNI City) dengan waktu tempuh 50 menit dengan dua stasiun transit: Batu Ceper dan Duri.

Keluar stasiun bandara, pemandangan di luar kereta tampak keren dan now. Karena melintasi persis di sebelah hanggar dan landasan pacu. Perjalanannya sangat nyaman dan berasa bukan di Jakarta. Beberapa penumpang tampak asyik wefie and nge-vlog.

Saya mau nulis status ini saja. Cuman dari Stasiun Duri, khususnya setelah Stasiun Tanah Abang, pemandangan di luar jendela tampak kumuh dan sepet. Ini yang jadi pe er pemerintah untuk menyempurnakan dan semakin membuat elok moda ala negara maju ini.

Jam 15.00, kereta pun tiba di Stasiun BNI City. Saya WA teman satu pesawat yang dari bandara memilih naik taxi.

"Aku wis di Stasiun Sudirman, Mas. Ini arep lanjut taxi ke rumah." Dia langsung membalas, "Aku ket (dari) jam 2 tadi wis nang omah Mas," kata teman yang tinggal di Bogor tersebut.

He he he, namanya juga menjajal pengalaman, lebih lama proses perjananannya tapi kan bisa jadi cerita yang agak panjang. Apa pun, selamat atas beroperasinya kereta bandara ini, sebagai awal sudah lumayan.

Semoga transportasi massal  lainnya seperti MRT dan LRT juga bisa kelar sesuai jadwal. Sehingga bangsa kita semakin now dan tidak ketinggalan zaman. Dari kawasan Cibubur Jakarta, saya mengucapkan selamat bekerja untuk para sahabat semua.

Salam. (tofan.mahdi@gmail.com)

Avatar
Jon Sukma1457 posts

REDAKSI COWAS JP

Berita Terkait
Komentar