Pengelola Borobudur Ajak Dubes RI di Azerbaijan Gelar World Heritage Twin Program

Dubes Indonesia untuk Azerbaijan Husnan Bey Fananie (kiri) menerima cinderamata dari Dirut PT TWC Edy Setijono. (Foto-Foto: Erwan Widyarto/CowasJP)

COWASJP.COMBAGAIMANA jika sesama World Heritage bersatu atau berkolaborasi? Bagaimana jika Candi Borobudur berkolaborasi dengan Machu Picchu di Peru atau Candi Prambanan dengan  Taj Mahal di India, atau Maiden Tower di Azerbaijan?

"Pasti hasilnya luar biasa!" ungkap Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko (TWC) Edy Setijono saat bertemu dengan Duta Besar RI untuk Azerbaijan Dr Husnan Bey Fananie di kantor PT TWC, Kamis (11/1). 

Kolaborasi world heritage itulah yang kini menjadi program PT TWC. Menurut Edy Setijono, pihaknya sebagai pengelola World Heritage Borobudur membuat "World Heritage Twin Programme" untuk mengolaborasikan kekuatan yang dimiliki masing-masing world heritage.

BACA JUGA: Dukung Promosi, Bangun Rumah Budaya Indonesia di Azerbaijan​

Kolaborasi ini berbentuk kerjasama saling menguntungkan. Salah satunya, dalam wujud promosi di masing-masing destinasi maupun pertukaran budaya. "Borobudur sudah bekerja sama dengan Macchu Picchu Peru. Kami saling mempromosikan. Di Macchu Picchu ada promosi tentang Borobudur dan di Borobudur ada promosi mengenai Machu Picchu. Sehingga pengunjung Machu Picchu jadi tahu ada Borobudur dan sebaliknya," urai pria yang akrab disapa Tiyok ini. 

BACA JUGAPemprov DIY Jajaki Peluang Sister City untuk Promosi Pariwisata dengan Baku, Azerbaijan

Saat menemui Dubes Husnan, Tiyok didampingi Direktur Pemasaran SP Siahaan dan GM Marketing Emilia Eni Utari. Tiyok yang lagi sibuk mempersiapkan diri sebagai tuan rumah meeting BUMN meluangkan waktu menemui Husnan. 

BACA JUGA: Rendang dan Suasana Indonesia Warnai Resepsi Diplomatik KBRI Baku Azerbaijan

Tiyok menambahkan, akhir bulan Januari juga merealisasikan program World Heritage Twin Programme ini dengan Taj Mahal India. Jika Machu Picchu dengan Borobudur, Taj Mahal dengan Prambanan.

pramabanan2.jpg

Sambil menunjukkan gambar-gambar penjelas program, Tiyok menerangkan target program ini. "Jika seseorang datang ke satu world heritage, dia akan tertarik juga untuk datang ke world heritage lain. Kalau sudah pernah ke World Heritage pasti suka mengunjungi yang lain," tambahnya.

Tiyok pun mengajak Dubes Husnan untuk bersama-sama merealisasikan program World Heritage Twin ini dengan yang ada di Azerbaijan. 

Dubes yang cucu salah satu pendiri Pondok Modern Gontor ini pun menyambut baik program ini. Azerbaijan memiliki sejumlah World Heritage yang diakui Unesco.

"Ada Maiden Tower di Old City Baku dan Gobustan dan banyak lagi. Tempat ini menjadi jujugan wisatawan Eropa seperti Perancis, Inggris, Jerman dan wisatawan Timur Tengah seperti Dubai, Qatar maupun Arab Saudi," ungkap Husnan. 

Dengan begitu, program promosi di world heritage ini menjadi sangat pas. Memberi tahu ke target market yang jelas. Oleh karena itulah, Dubes Husnan akan segera menindaklanjuti program ini. Apalagi selama dua tahun ini, KBRI Baku juga sudah menggelar promosi pariwisata dan budaya Indonesia secara rutin.

prambanan1.jpg

"Program ini bisa kita sinergikan dengan Indonesia Cultural Festival (ICF) yang tahun 2018 ini kali ketiga kita gelar. InsyaAllah ICF tahun ini bulan September nanti," jelas Husnan. 

Dubes Husnan juga siap untuk mempertemukan Pengelola Candi Borobudur ini dengan pihak-pihak di Azerbaijan untuk mewujudkan program ini. "Monggo kami undang ke Azerbaijan. Mungkin habis dari India itu bisa langsung ke Baku. Sudah deket itu," ujar Husnan.

Tiyok dan Tim TWC akan menindaklanjuti pertemuan ini. Pihak TWC langsung meminta person in charge (PIC) di KBRI Baku yang bisa menjadi penghubung untuk program ini. (*)

Pewarta :
Editor :
Sumber :

Komentar Anda