Ketika Bank Sampah Griya Sapu Lidi Ikut Kirab Merti Dusun

Dari Bernyanyi hingga Menjadi Penyapu Ranjau Sampah

Foto-Foto: CoWasJP Foto-Foto: CoWasJP

"Satu satu ayo pilah sampah

Dua dua ayo olah sampah

Tiga-tiga ayo nabung sampah

Satu dua tiga ayo ke Bank Sampah"

MODIFIKASI lagu anak-anak "Aku Sayang Ibu" itu berulang-ulang dinyanyikan anak-anak peserta kirab Bank Sampah Griya Sapu Lidi di hari Minggu, 31 Desember 2017. Dengan iringan tetabuhan galon bekas, dan kaleng oli bekas, anak-anak itu bernyanyi penuh semangat di sepanjang jalan.

Berada di kelompok barisan paling belakang dari 25 kelompok peserta kirab Merti Dusun Tinom, tak membuat rombongan Bank Sampah Griya Sapu Lidi yang mewakili RW 26 Gumuk Indah patah semangat. Niatan awal untuk melakukan edukasi pengelolaan sampah sepanjang kirab terus dilakukan.

Selain bernyanyi, membawa tugu ecobrick, poster Ecobrick, poster "Ayo Menabung Sampah", rombongan Bank Sampah Griya Sapu Lidi juga menyebar poster diet kantong plastik, brosur "Botolmu Tempat Sampahmu" dan semua bisa "Menabung Sampah."

SAMPAH1.jpg

Tidak hanya itu, rombongan Kirab Bank Sampah Griya Sapu Lidi RW 26 yang berada di barisan belakang, juga menjadi "penyapu ranjau" sampah. Beberapa personel memunguti sampah yang dibuang sembarangan oleh peserta kirab yang belum paham pengelolaan sampah yang benar.

Memprihatinkan memang. Apalagi, sampah berupa bekas botol minuman atau gelas plastik air mineral itu dibuang begitu saja di jalur jalan yang dilalui kirab. Hasilnya, gerobak pengangkut Tugu Ecobrick berubah menjadi tempat sampah botol bekas. Ditambah beberapa kantong plastik yang telah sejak awal disiapkan. Semua penuh dengan sampah botol dan gelas plastik.

Sepertinya, Panitia Merti Dusun lupa dengan soal yang satu ini. Sejak awal semestinya para peserta kirab harus diingatkan untuk mengelola sampahnya masing-masing. Sampah-sampah botol minuman seharusnya dikumpulkan dan tidak dibuang sembarangan.

SAMPAH2.jpg

Masukan dari Bank Sampah Griya Sapu Lidi RW 26 Gumuk Indah untuk kegiatan-kegiatan semacam ini adalah perhatikan sampah yang dihasilkan. Sampah-sampah yang muncul seharusnya sudah diantisipasi dengan ketersediaan kantong pilah. Baik di lokasi kumpul maupun di sepanjang jalan yang dilalui. Harus ada Tim Khusus Penyapu Ranjau Sampah.

Dan itu tidak bisa dilakukan oleh Bank Sampah Griya Sapu Lidi sendirian. Semuanya harus menyadari dan mengelola sampahnya sendiri. Dibarengi dengan kesadaran mengelola sampah dengan memilahnya.

SAMPAH3.jpg

Semoga di tahun 2018 kesadaran mengelola sampah dengan pemilahan ini semakin meningkat. Tidak hanya di lingkungan Perumahan Gumuk Indah melainkan terus menyebar di Pedukuhan Tinom, Desa Sidoarum bahkan sampai se-kecamatan Godean, se-kabupaten Sleman dan se-DIY. 

Semua bisa memilah sampah! Ini hanya soal niat. 

SAMPAH4.jpg

Semua bisa tidak membuang sampah sembarangan. Ini hanya soal tabiat. 

Saatnya satukan niat. Saatnya satukan tekad. Mari awali tahun baru dengan niat baru, tekad baru: pilah dan olah sampah untuk kesejahteraan masyarakat ...(*)

sampah5.jpg

xxx

sampah6.jpg

xxx

sampah7.jpg

xxxx

Avatar
Jon Sukma1457 posts

REDAKSI COWAS JP

Berita Terkait
Komentar