Hadapi Persaingan Global

Ritel Modern dan UMKM Harus Sinergi

Suasana pelatihan yang digelar Alfamart, yang telah berpengalaman menjual produk UMKM. (Foto: CoWasJP)

COWASJP.COMPERSAINGAN global yang terjadi sejak berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) memaksa pelaku UMKM harus berbenah. Pasalnya sejumlah produk impor dari negara negara ASEAN telah membanjiri pasar domestik.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Blitar, Miftahudin menjelaskan jika untuk bersaing dengan produk produk impor dibutuhkan sinergi semua stakeholder yang ada, mulai pemerintah, pelaku usaha baik perusahaan besar maupun pelaku UMKM.

"Makanya kami berterima kasih kepada Alfamart yang punya kepedulian tinggi terhadap UMKM. Lewat sinergi antara ritel modern dengan UMKM, kita yakin bisa bersaing dengan produk impor," ungkapnya seusai membuka Pelatihan UMKM di Pendopo Pemkab Blitar, Jumat (29/12).

BACA JUGA: Bikin Pelatihan Budi Daya​

Menurutnya, pelaku UMKM harus terus belajar menambah ilmunya agar mampu meningkatkan kualitas produknya. Salah satunya dengan ikut pelatihan yang digelar Alfamart, yang telah berpengalaman menjual produk UMKM.

"Apalagi Alfamart nggak hanya memberi pelatihan, tapi juga membantu memasarkan produk UMKM lokal. Ini sangat positif bagi UMKM di Blitar," tandasnya.

BACA JUGA: Empowering Retail of Indonesia

Sementara Regional Manager Corcom Alfamart Mochammad Faruq Asrori mengaku semua toko Alfamart di Blitar telah menjual produk UMKM lokal. "Sudah kami jual produk UMKM loka Blitar. Mulai bumbu pecel, ikan uceng, hingga sejumlah keripik. Sekarang itemnya masih 12. Mudah mudahan dengan pelatihan ini, ada produk lain yang layak masuk Alfamart," harapnya.

PERSAINGAN-GLOBAL.jpg

Alfamart menggandeng UMKM tidak hanya dalam hal pemasaran produk, tapi juga memberi kesempatan mereka berjualan di depan halaman toko, bedah warung, dan memberikan subsidi harga bagi para pedagang.

Hal yang dilakukan tersebut mengacu pada visi perusahaan yakni berorientasi kepada pemberdayaan pengusaha kecil. "Ini menjadi komitmen kami untuk senantiasa bermitra dengan UMKM,” tukasnya

Sejumlah syarat yang harua dipenuhi pelaku UMKM untuk menjadi mitra adalah pertama, UMKM tersebut merupakan produsen yakni bukan penyalur. 

Kedua, tempat produksinya bersih dan sesuai standar dari pemerintah mengenai kebersihan dan kesehatan tempat produksi industri rumah tangga.

PERSAINGAN-GLOBAL1.jpg

Ketiga, skala produksi dapat mencukupi kebutuhan toko sehingga tidak akan terjadi out of stock (kekosongan produk). Keempat, ragam barang yang ditawarkan sesuai dengan segmentasi pasar.

Kelima, memiliki izin legalitas usaha dan produk. Keenam, memiliki jaringan distribusi yang baik. Ketujuh, memiliki komitmen kuat terhadap kualitas produk. Kedelapan, memberikan harga terbaik agar bisa bersaing dengan produk lain, diutamakan menetapkan harga yang lebih murah dari pada item reguler sejenis.

Kesembilan, produk yang ditawarkan lolos uji laboratorium secara berkala. Kesepuluh, produk akan selalu dievaluasi dari sisi penjualan, tingkat pemenuhan permintaan dan akan diskontinyu jika tidak sesuai dengan standar yang ditentukan  perusahaan.

"Untuk seluruh produk UMKM yang dijual di toko ada evaluasinya, kalau penjualannya  bagus dan suplainya bisa kontinyu maka ada potensi untuk dijual di seluruh jaringan toko kami," jelasnya.(*)

Pewarta :
Editor :
Sumber :

Komentar Anda