PSSI Perlu Konsisten dan Transparan

Persebaya Surabaya juara Liga 2 (FOTO: Istimewa) Persebaya Surabaya juara Liga 2 (FOTO: Istimewa)


O l e h: Slamet Oerip Prihadi

-----------------------------------------

KOMPETISI Liga 1 dan Liga 2 usai sudah. Bhayangkara FC juara Liga 1 dan Persebaya Surabaya juara Liga 2 musim pertama usai pembekuan dan sanksi FIFA dicabut.

Tiga klub legenda sukses promosi ke Liga 1, yaitu Persebaya, PSMS Medan, dan PSIS Semarang. Tiga klub Liga 1 degradasi ke Liga 2, yaitu Semen Padang, Persiba Balikpapan, dan Persegres Gresik Umited.

Kini klub-klub Liga 1 dan 2 kembali bersiap-siap menyongsong musim kompetisi 2018. Para pelatih Liga 2 khususnya berharap PSSI konsisten dengan peraturan yang telah ditetapkan. Jangan tiap musim diubah. Misalnya peraturan tentang klub Liga 2 hanya boleh memakai 5 pemain di atas usia 25 tahun dan harus full lokal. 

Peraturan ini menjadi pegangan 24 klub Liga 2 musim 2018. Dan, mereka kini mulai mencari pemain. Tentu ada.pemain.lama yang dipertahankan, namun biasanya ada rekrutmen pemain baru. Ada beberapa klub Liga 2 yang diam-diam telah memancang target promosi. Jangan sampai mereka salah langkah dalam melakukan rekrutmen pemain.

"Jangan sampai tiba-tiba PSSI membuat peraturan baru yang kembali membolehkan pemain asing bermain di Liga 2," harap Freddy Muli yang kini didaulat menjadi pelatih Persis Solo.

Mungkin kompetisi 2018 dimulai pasca Kongres PSSI untuk pergantian Ketua Umum PSSI. Mungkin Maret atau April. Belum diketahui persis.

dahlan-dan-uli.jpg

Foto: Ngopibareng

Kabarnya Ketua Umum PSSI, Letjen TNI Edy Rahmayadi akan mencalonkan diri jadi Gubernur Sumut. Jangan sampai pergantian Ketua Umum diikuti perubahan peraturan. Perlu diingat, 26 tahun lebih Timnas Indonesia gagal menjuarai SEA Games dan AFF Cup Senior. Apabila pemain-pemain lokal tidak memperoleh kesempatan seluas-luasnya untuk berkompetisi di Liga 2, sulit brrharap Timnas Indonesia kembali berjaya di pentas ASEAN. 

Hal lain yang diharapkan para pecinta sepakbola Indonesia adalah transparansi keuangan PSSI. Antara lain berapakah total denda yang diraup PSSI dari para pemain yang kena kartu.kuning dan kartu merah, klub yang didenda karena supoternya menyalakan flare, pelatih dan ofisial yang didenda karena menyalahi aturan. Ini meliputi klub-klub Liga 1, 2, dan 3. Ada satu klub Liga 2 yang total dendanya hampir Rp 500 juta di musim kompetisi 2017.

Nah, berapa total seluruh nilai dendanya dan akan dikemanakan dana miliaran tersebut. Perlu transparan agar kredibilitas PSSI makin kokoh. Ini sesuai harapan seluruh komunitas sepakbola nasional.

PSSI juga diharapkan menyusun jadwal kompetisi sedini mungkin. Dan harus fixed, kecuali terjadi force majeur. Molornya jadwal Delapan Besar Liga 2 musim 2017 sangat memberatkan bagi klub-klub peserta Delapan.Besar.

Pertama, dana klub membengkak ratusan juta rupiah. Para pelatih sulit memrogram latihan agar para pemain mencapai peak performance saat bertarung.

Dengan kata lain, PSSi diharapkan semakin profesional. Tak hanya klub-klubnya yang makin.profesional dan berprestasi, PSSI pun wajib makin profesional dan berprestasi. Melahirkan tim nasional yang berprestasi di berbagai kelompok umur. Semoga. (*)

Avatar
Jon Sukma1457 posts

REDAKSI COWAS JP

Berita Terkait
Komentar